Posted in anjing

Kesetiaan seekor anjing -edited


Disebuah lampu setopan, seorang wanita muda berbaju terusan hitam nampaknya buta dituntun seekor anjing labrador. Ia berdiri mematung beberapa waktu, kepalanya digerakkan perlahan terpatah patah karena mengandalkan pendengarannya melalui frekuensi suara yang berbeda. Inilah anjing yang terlatih “cool”, mampu berjalan lurus, mampu membedakan perbedaan warna merah, kuning, hijau.

Nampaknya inilah jawaban mengapa setiap kesempatan lampu hijau berikon “pejalan kaki” berkedip-kedip selalu diiringi suara bel panjang. Hal biasa namun sangat bermanfaat bagi penyandang tuna netra seperti bule didepan saya ini. Bagaimana dinegeri kita tercinta?

Betul saja, begitu ikon pejalan kaki berubah dari merah ke hijau, Labrador yang katanya buta warna, langsung menyeret tuannya untuk menyeberangi jalan. Lantaran tidak punya acara penting hari itu, saya mengikuti gerakan wanita buta yang ternyata jalannya jauh lebih cepat ketimbang saya yang masih diberikan penglihatan sempurna.

Persimpangan demi persimpangan mereka lalui dengan lancar. Mengherankan, anjing adalah mahluk dengan kebiasaan mengencingi tonggak, pohon yang ia lewati atau menyiumi bau yang ditinggalkan hewan lain sedangkan Labrador hitam berjalan dengan kecepatan stabil, berjalan lurus bak taruna militer diijinkan pesiar di akhir minggu. Dan acuh manakala melihat mahluk lain memprovokasinya.

Kadang mereka berdua sempat bingung menentukan apakah lampu setopan di depan berwarna hijau atau merah. Tangannya mencoba menyentuh tiang lampu meyakinkan bahwa ia berdiri ditempat yang tepat. Sayang jaraknya masih beberapa centimeter dari jangkauan. Hal yang sepele namun bagi orang buta sudah sempat membuatnya kebingungan karena tidak bisa membedakan antara 1cm ataupun 1 meter bahkan 1 km sekalipun. Saya yang berjalan separuh berlari ngos-ngosan mengikutinya langsung memberikan arahan “its okay Maam, you can walk now…” Ia malahan menjawab uluran kata dengan “Oh I am so sorry, I am so sorry” – dan sebentar saja ia sudah hilang bersama anjingnya diantara kerumunan manusia.

Dulu saya pernah memelihara anjing betina. Ini juga gara-gara Satrio ank bungsu saya diberi tetangga. Begitu dewasa mahluk poliandri ini membombardir saya dengan anak-anaknya. Saya masih bisa bertahan, namun tatkala kutu anjing sudah menginvasi zona damai kami maka waktunya untuk memberikan anjing ini kepada seseorang. Berbulan anjing ini sudah hilang dari kehidupanku sampai satu saat saya mendengar suara perempuan memacu sepedanya sekuat tulang berteriak-teriak. Rupanya dia diikuti anjing saya.

Selama dipengasingan sang anjing rupanya mencari jalan pulang ke rumah. Pas seorang kerabat yang sering bermainke rumah dengan sepedanya lewat kawasan pengasingan, maka anjing cerdik ini tahu cara singkat bertemu dengan saya. Rupanya kemampuan mengenali barang-barang tuannya begitu melekat sehingga tamu yang pernah datang ke rumahpun dicatat dalam memori sang anjing.

Lalu saya ingat cerita seorang tehnisi komputer yang berada di World Trade Centre, saat kejadian WTC. Anjing penuntunnya sedang tiduran di bawah meja ketika terdengar ledakan diiringi suara kaca pecah dan melayang dimana-mana.

Merasa bahwa gedung bakalan runtuh maklum ia berada di lantai ke 71, saat itu yang ada dibenaknya ajalnya tiba dan sang teman setia berkaki empat harus selamat.

“Dorado” segera ia lepaskan dari kekangnya agar sebagai hewan menuruti instingnya menyelamatkan diri diantara reruntuhan gedung dan hiruk pikuk manusia. Namun Dorado malahan memutar balik, mengalahkan instink egoisnya dan mulai menuntun Rivera menerobos gedung yang kolaps, manusia yang berjejal sebagian tewas dan terluka, dan selamat keluar diantara reruntuhan gedung. Sejam kemudian gedung yang barusan mereka tinggalkan runtuh total.

Hari itu sekali lagi saya dapat jawaban mengapa lampu merah perlu diberi suara bel. Dan kedua saya menjadi amat lebih apresiasi terhadap hewan berkaki empat ini.

 

 

 

Mimbar Bambang Saputro

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

4 thoughts on “Kesetiaan seekor anjing -edited

  1. Saya terharu membaca milis ini, sedari kecil orang tua saya memang membiasakan kami, anak – anaknya untuk dekat dengan binatang. Kebetulan ada sepetak tanah kosong dibelakang rumah yang dijadikan semacam kebun binatang pribadi oleh bapak saya. Disitu beliau memelihara beberapa jenis hewan, misalnya kelinci, ayam kampung, ayam hutan, merpati, ayam kalkun dan ikan koi. Tapi yang paling berkesan bagi saya adalah sewaktu bapak membawa pulang seekor anjing peking yang dekil dan kudisan, katanya diberi oleh salah satu supplier bapak. Jadilah anjing itu anjing pribadi pertama saya. Mulanya saya juga punya kucing, sebelum anjing itu datang. Kucing saya terlatih sehingga bisa membuka pintu kamar saya dari dan luar kamar, bahkan menjadi alarm saya dipagi hari jika akan berangkat ke sekolah. Setiap pagi kucing itu masuk ke kamar saya dan mengeong hingga saya bangun. Bahkan ketika saya mencoba menyingkirkannya, kucing itu malah mengigit sayang telinga saya hingga saya kaget dan terbangun. Anjing saya itu, karena mungkin dia adalah pendatang, hidup rukun dengan kucing – kucing yang ada dirumah. Bahkan ketika salah satu kucing kami melahirkan anak kucing buta, anjing saya tidak dengan kucing buta itu. Dan anjing saya juga menjadi bel pintu bagi bapak yang seiring dengan usianya mulai mengalami kerusakan pendengaran. Tidak perlu terlatih untuk melatih binatang yang memang sudah cerdas secara genetik. Sejak menginjak rumah saya sampai mati, anjing saya selalu menjadi binatang kesayangan di rumah. Bahkan ibu saya pernah meminta saya untuk tidak pulang saja, karena setiap kali saya meninggalkan rumah, anjing saya ngambek dan jadi stress karena saya tinggalkan dan tidak mau keluar dari kolong lemari kecuali untuk makan dan buang air selama seminggu. Saat ini saya juga sedang mencari anjing untuk saya pelihara, tapi karena beberapa waktu lalu anjing labrador yang saya beli di petshop mati karena Distamper, saya sepertinya harus lebih selektif dalam membeli anjing.

    Like

  2. Anda YM malahan bisa cerita lebih mengharukan lagi. Harusnya buka blog mengenai satwa sahabat manusia. Kalau ada waktu lho.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s