Posted in petir

Gelap Ngampar


Niat saya adalah sederhana dan mulia. Ada tilpun dari Bu Yenny dari sebuah bank yang logonya mirip handuk dipuntir diperas, mudah-mudahan bukan kliennya, pokoknya sore itu juga saya harus mengirimkan informasi melalui fax.

Kelihatan sepele tinggal putar nomor dan pencet tombol kirim. Habis perkara.

Masalahnya kami tinggal di kawasan RawaBogo yang tidak punya akses Fax lantaran memang tiyang-tiyang dari PT Telkom sudah mencabuti tiang tilpun dan teknologi CDMA belum sreg dengan urusan mengirim dan menerima Fax.

Sementara usulan mengirim informasi berupa “attachment” melalui media e-mail masih dianggap perbuatan melaporkan kehilangan seekor ayam kepada markas Polsek.

Karena SOP tanda bukti berupa fax, maka marek-matek ya harus di fax. Saya ingat saat mengirimkan undangan, ada yang tidak mau datang sebab hanya dikirimi email. Bahkan beberapa kerabat maunya saya “sowan” secara fisik bertemu mereka sambil membawa undangan.

Terpaksa sekalipun mendung sudah kelihatan tua, cabut juga saya ke kedai bertuliskan Wartel, SLJJ, SLI, FAX – namun apa mau dikata sebab rata-rata saat hujan deras, PLN langsung mematikan jaringan listrik. Atau kalaupun listrik belum padam pengusaha Wartel memilih mematikan seluruh peralatannya.

Akhirnya dengan tangan hampa tetapi baju basah balik kerumah disambut dengan suara alarm bertubi-tubi padahal listrik masih padam.

Dalam perjalan pulang, pada rabu lima maret kemarin sore hujan deras dan gelap ngampar (petir) makin menjadi. Perjalanan darat dengan kesukaran kategori satu yaitu hujan lebat sampai-sampai wiper harus putar pol, banjir menggenang setinggi ban ditambah lubang jalanan yang menganga seperti baru kejatuhan Bom serangan Israel di Gaza.

Saya memilih minggir disebuah ruang parkir sebuah group senam.

Diantara curah hujan banyak motor dengan gagah berani menerobos banjir, mula-mula aman..aman saja. Ban motor nampak terseok karena hambatan air sambil membentuk air muncrat disekitar motor. Dibalik helm, wajah pengendara nampak exiting penuh expresi kemenangan.

Tapi mereka lupa ada jebakan kubangan babi menunggu. Akibatnya begitu “duk” ban kendaraan masuk lubang undercover, pantat pengendara sedikit terangkat, tetapi knalpot keburu slulup banjir. Langsung mereka pucat. Mesin motornya kemasukan air sehingga harus dipinggirkan.

Beda dengan anak-anak dan sepeda mini mereka. Dengan penuh gembira malahan mencoba menerobos banjir tapi kalah perkasa. Sepedanya terjatuh dan mereka bersimburan air becek. Duh bahagianya.

Sampai dirumah lampu ternyata masih padam. Menurut laporan, sebelumnya ada geledek keras sekali lalu lampu “bet” mati. Alarm ikutan latah korslet sehingga terpaksa dicabut batereinya agar tidak berkoak-koak.

Lalu baru ingat bahwa laptop saya masih tersambung ke RTRW internet. Saat jaringan listrik kembali aktif, ketahuan bahwa Network Card saya mengatakan “LAN Unplugged” – sadar bahwa sekalipun rumah dilengkapi anti petir, ada saja bagian elektronik yang tembus apalagi antene RTRW net paling menonjol diantara bangunan yang lain. Mengherankan radio wireless yang bertengger diatasnya sama sekali tidak terpengaruh petir..

Kalau saja (ini berandai) laptop saya tidak dilengkapi baterei, mungkin kerusakan bisa dihindari sebab bersamaan lampu mati, laptop juga mati. Namun tenaga batere cadangan tetap bertahan sehingga tegangan tinggi tetap menerobos masuk kartu LAN.

Terpaksa saya harus mencari serep network card. Sial bener. Jangan-jangan merupakan kado ulang tahun, seperti kata orang, sudah makin tua harusnya mengurangi bermain Internet.

Foto diambil secara brutal dari http://www.wikimu.com/News/DisplayHomeImage.aspx?id=352
dan http://www.b0cah.org

MimbarPedia
tiyang=jawa=orang
gelap ngampar=petir
marekmatek=pokoknya, apapun yang terjadi
sowan=berkunjung dalam arti menghadap atasan
slulup=menyelam

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

2 thoughts on “Gelap Ngampar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s