Posted in australia, australiana

Prajurit Australia itu tewas oleh senjatanya sendiri


BrowningBerita tersebut terlalu biasa.

Seorang prajurit Australia yang bertugas di Iraq tertembak pistol jenis Browning MKIII saat membersihkan senjata genggamnya. Kejadiannya 21 April 2005 di Bagdad.

Atas peristiwa tersebut sang istri mendapatkan santunan cukup besar atas kejadian tragis tersebut dan pasrah bongkokan (abis) atas statement yang dilansir oleh Departemen Pertahanan Australia.

Namun, ini dia, sang ibu Nyonya Judy Kovco belum puas dengan pernyataan pemerintahnya. Nalurinya mengatakan lain. Ia menjadi berang lantaran mencium bau amis dibalik kematian putranya Pte Jacob Kovco. Pertama ia AINUL BIN HAQUL yakin, anaknya bukan keturunan wong Wonosari yang menurut penelitian para ahli keblinger dikenal lebih baik bunuh diri ketimbang malu. (Catatan ibu saya dari Playen).
Di sebuah harian ia menuding sang mantu memang lebih perduli dengan uang santunan ketimbang mencari tahu penyebab kematian Kovco. “Kalian tidak akan merasa terlalu kehilangan. Berapa lama kalian kenal dengan anakku? – dia mati kau dapat warisan dan tentunya cari lagi suami kinyis-kinyis…

Edisi pertama dari cerita ini adalah Carr berada di kamar lain saat Kovco sedang membersihkan senjatanya. Tidak berapa lama terdengar ledakan berasal dari kamar sebelah yang saat didatangi dilihatnya Kovco sudah bersimbah darah dengan luka dikepalanya. Lalu beredar cerita bahwa prajurit yang bertugas di Iraq rata-rata pada “sakit sarap” lantaran tiap hari mendengar bom bunuh diri. Apalagi dikatakan bahwa Kovco ternyata “berpotong bebek” dengan beberapa sepia-nya.

Adalah Bruce Levet detektip yang maju tak gentar membela orang yang gusar dan membayar. Skenario yang dilancarkan adalah Kovco di dor oleh Carr sang teman sekamar lantaran terjadi perselisihan mulut apalagi Carr pernah keceplos ngomong sering jengkel dengan Kovco yang kerap meledeknya. Saat kejadian ia begitu jengkel sehingga memutuskan untuk menutup pintu kamarnya agar Kovco tidak mengganggunya. Toh Kovco malahan memperbesar volume musiknya sambil tertawa keras yang bertujuan mengganggu Carr. Akibatnya ia masuk dan menarik pistol yang tergantung diranjang Korban dan jeleder, lalu sidik jarinya dihapus dan dia kembali ke kamarnya.

Celakanya hasil pemeriksaan DNA pada pistol korban menunjukkan adanya jejak Carr tertinggal pada pistol.Akibatnya sidang dibuka lagi sekalipun kasusnya sudah berjalan dua tahun. Perjuangan seorang ibu yang berani menerobos institusi yang mapan, memang luar biasa.

Gambar diambil dari Wikipedia.org

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s