Posted in rig, rig pengeboran

Meninggalkan sumur pengeboran


Tidak seperti yang difikirkan oleh banyak orang, dalam pencarian minyak, sumur yang telah diketahui isi perutnya tidaklah selalu harus diexploitasi saat itu juga. Biasanya perusahaan pencari minyak akan meninggalkan sumur mereka sampai ditemukan beberapa titik minyak yang lainnya sehingga secara ekonomis bisa didirikan fasilitas produksi dan jual beli minyak.

Saat meninggalkan sumur yang terkenal dengan sebutan Peen E alias P&A alias Plug and Abandoned (sumbat dan tinggalkan) maka lubang yang sudah dibuat dengan susah payah kembali ditableki bubur semen.

Misalnya sumur anda sepanjang 3,5 kilometer maka penutupan semen hanya dilakukan dibeberapa tempat. Misalnya didasar lubang kita tablekkan bubur semen klas “G” sebanyak seratus sak, yang bila dicampur dengan 50 barrel air (5 ton) akan menghasilkan bubur sebanyak 50 ton bubur semen (tanpa pasi). Plug atau sumbat pertama ini akan dikocorkan melalui pipa bor. Lalu agar si-semen tidak lari kemana-mana mereka ditumpuk dengan lumpur sangat kental “hi vis” – dijamin dalam lima jam semen akan sudah terbujur kaku.

Sumbat semen yang kedua tidak semudah penyemenan pertama. Pasalnya dia akan dimuntahkan ditengah perut sumur, Padahal berat jenis bubur semen sekitar 1,9 sg sedangkan lumpur pengeboran (selalu diisi lumpur dalam sumur) beratnya paling 1,2 SG. Perbedaan berat ini bisa fatal sebab semen akan melorot bergeser dari tempat yang semestinya.

Untuk mencegahnya sebelum penyemenan kedua dilakukan, orang menurunkan alat semacam sumbat mekanikal. Bentuknya seperti piston berbalut karet dan gigi besi. Pada kedalaman tertentu, asalkan masih didalam pipa casing maka karet penyekat dengan nama generik EZSV ini dikunci lalu dimekarkan.
Caranya dengan memberi tekanan hidrolik sehingga EZSV langsung aktip maju kepater mundur kepater. Kalau penyekat mekanikal sudah sip-maglesip terpasang, maka semen kedua bisa dikucurkan. Jumlahnya tidak banyak sekitar 50 sak yang bila dicampur air sebanyak 6ton akan menghasilkan bubur 7 ton.

Dengan berpatokan pada berat semen yang bakalan ditahan maka jelas sumba (packer) EZSV (agak kemayu dibacanya seperti easy as “v”), harus mampu menahan berat lebih dari 7 ton.

Sumbat terakhir biasanya sumbat permukaan (dasar laut). Kalau dasar laut kedalamannya 200 meter, maka sumbat dipasang 50 meter lebih dalam misalnya dari 250 sampai 500meter. Jumlah bubur semen yang diperlukan hampir sama yaitu 7 ton. Dengan adanya sumbat ini diharapkan bilamana ada aliran balik dari bawah sumur bisa langsung distop. Selama ini belum terdengar adanya blowout gara-gara sumur bocor.

Agar sisa pipa casing tidak “pating mencuat” – di dasar laut, maka casing baja ini kami potong.

Maka secara teknis sumur bisa ditinggalkan sementara untuk kembali di lain waktu.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s