Posted in rig, rig pengeboran

WOW adalah sebutan kalau cuaca laut sedang tidak bersahabat


Laut dan kapal

Bulan April 2008 kapal pengeboran kami pindah “lapak” dari sumur bor yang pertama W-3 ke sumur bor Explorasi I-2. Jaraknya hanya beberapa mil sehingga hanya diperlukan pelayaran sekitar 4 jam.

Sumur W-3 sudah ditableki alias dikocori bubur semen untuk disumbat, casing terakhir yang berdiamater 76cm sudah disunat oleh bong supit khusus dari Vetco

Namun kenyataannya sampai seminggu kapal pengeboran kami masih “mbegegeg” alias nongkrong di lapak yang lama.

Dalam pengeboran disebut sebagai “WOW” – alias Wait On Weather. Pasalnya kapal tunda yang akan menarik rig kami sendiri sudah kewalahan mempertahankan diri dari buaian dahsyat laut yang sedang uring-uringan seperti nampak pada gambar. Kapal ini tugasnya banyak. Pertama sebagai kapal suplai barang penunjang pengeboran, kedua sebagai penarik kapal pengeboran. Ketiga sebagai pembawa jangkar yang akan dilabuhkan. Lha ini uniknya sebutannya kapal, punya baling-baling tetapi karena usia sudah tidak mampu bergerak sehingga perlu diseret kapal tunda.

Ada delapan (8) buah jangkar Rig yang akan dijatuhkan oleh kapal ini (bukan dilempar). Posisinya ya seperti mata angin Utara, Selatan, Barat, Timur, Timur Laut, Tenggara, Barat Laut, Barat Daya.

Kalau dilihat dari atas maka badan kapal tak ubahnya seperti kulit kambing kurban yang dipentang untuk dibuat beduk mesjid (dan biasanya kekecilan).

Sebelum jangkar dipasang secara mantap dn terkendali, orang tidak berani melakukan aktivitas pengeboran. Tapi namanya manusia kadang mencoba juga.  Saat jangkar belum terlalu “tegang” pengeboran sudah dimulai. Pertama berjalan lancar, namun ketika pipa casing dipasang dan disemen Robot Centurion mengirimkan kabar bahwa pipa miring 2 derajat. Sempat terjadi kepanikan sebab pipa pertama harus dalam keadaan “mata sapi” alias nol derajat. Tentu semua ulah cuaca yang saat itu kurang bersahabat sehingga rig pengeboran ber-rock_n_roll di lautan.

Untuk mengatasi hal ini maka pipa casing selanjutnya (berdiameter lebih kecil) harus dipasang lebih panjang dari semula. Pengeboran sempat terhenti beberapa jam karena kami harus meyakinkan bahwa pipa casing tersebut ada dalam stok.  Kondisi operasi semacam ini disebut WOE (Wait On Equipment).

Untunglah kabar baik datang. Casing yang datang cukup banyak sehingga was-was sumur bengkok bisa diatasi.

WOW = Wait On Weather
WOE = Wait On Equipment

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s