Posted in australia, australiana

Akubra – topi beludru (tapi bukan)- bentuk aselinya mirip topi Harry Potter


AkubraYang pernah menonton filem kocak Crocodile Dundee mungkin ingat tokoh utamanya kerap memakai topi koboi, atau topi Jendral Peter Cosgroove sebagai pemimpin besar pasukan Interfet yang meluruk dengan bala tentaranya ke Timorleste saat terjadi gonjang ganjing di bumi lorosae tersebut.

Orang melihat topi ini sebagai “Akubra“- tentunya berasal dari bahasa Aborijin yang artinya penutup kepala, namun sekarang sudah dipelesetkan menjadi “topi nasional Australia..” – mungkin kuatir kecolongan dengan saudara serumpun kita Malaysia buru-buru memproklamirkan sebagai topi aseli Malaysia.

Lantas bagaimana duduk perkaranya sampai sebuah topi bisa menjadi ikon Australia semua tak lepas dari jasa pak Benjamin Dunkerly seorang bubuti (mencukur) kulit binatang yang pada tahun 1874 tiba di Tassie.

Topi buatan mereka ternyata digemari si Australia sehingga untuk lebih nampak aseli Australia pada 1912 ia mengubah nama perusahaannya dari Dunkery Hat Mills menjadi “Akubra” – tetapi empat puluh tahun setelah perusahannya berkembang pesat.

Akubra sendiri bahan dasarnya adalah bulu kelinci yang diproses menjadi semacam bubur. Tetapi bagaimana sampai dari bulu berubah bentuk topi seperti sekarang, kita berbicara proses dua minggu untuk sebuah proses yang rumit.

Disebuah pabrik yang panas, dengan bulu kelinci berterbangan serta berisik di kawasan Kempsey New South Wales, Simone menceritakan pengalamannya meninjau pabrik yang sangat tertutup untuk dikunjungi orang. Maklum kalau tidak waspada, diantara orang datang mengunjungi, ada para spyhat datang mengorek rahasia pabrik dan sebentar saja para penjiplak sudah bertebaran dan bersaing dengan harga yang biasanya lebih miring.

Perminggu dibutuhkan sekitar 70000 kulit kelinci sebagai bahan bakunya. Setelah disortasi, bulu-bulu ini dicukur lalu dijepit diantara dua roler besar menjadi semacam  selimut bulu.

Selimut ini kemudian masuk alat cetak yang bentuknya seperti kerucut. Saat keluar dari cetakan ukurannya 3 kali besarnya dari topi yang sudah siap. Tentu karena topi harus dipres dan dipres lagi agar ikatannya menjadi kuat sehingga terjadi penyusutan pada bahan topi.

Setelah masuk proses pemberian warna, topi direndam cairan sirlak dan bentuknya masih lucu mirip topi para peri dalam cerita Putri Salju.

Topi lalu dimasukkan oven untuk dipanaskan dan dicetak lagi. Semua membutuhkan waktu selama dua minggu.

Sebetulnya dengan kemajuan mesin tekan dan oven seperti saat ini, perusahaan Akubra mudah saja mempercepat proses modernisasi. Ternyata pemiliknya tetap bertahan dengan prinsip bahwa manusia yang selama ini bekerja dengan mereka adalah aset (betulan bukan lip service) sehingga tidak perlu digantikan dengan mesin.

Akibatnya orang Australia yang mengenakan Akubtra merasa berjasa pula melangsungkan hajat hidup orang banyak.

Akhirnya AKubra menjadi “dinki-di” alias ikon Australia sampai-sampai prajurit Australia “digger” dijaman perang dunia I lebih suka memakai Akubra ketimbang topi baja. Pada Olimpiade 1956, Akubra menjadi topi resmi para atlet Olimpiade tersebut.

http://www.akubra.com

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

3 thoughts on “Akubra – topi beludru (tapi bukan)- bentuk aselinya mirip topi Harry Potter

  1. 70 000 kulit perminggu .. kok terdengar seperti pembantaian masal ya. Lantaran kan ga mungkin kelincinya cuman dikulitin terus dilepasin lagi

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s