Posted in rig, rig pengeboran

Kartu Tumbuh Kembang Sumur Explorasi



Pakai Lumpur Tajin

Dalam pengeboran sebuah sumur kami membuat kartu tumbuh kembang mulai sumur ditajak sampai ditinggalkan entah dalam keadaan ditutup habis, atau digantung menunggu proyek pengembangan selanjutnya dari sumur sekitarnya.

Kartu ini dimulai pada kedalaman 500 meter sebab dihitung dari jarak kapal dengan lantai samudra adalah 500 meter. Diperlukan dua hari untuk melego delapan buah jangkarnya sebelum akhirnya mulai bor (tajak) dari kedalaman 500 sampai 550 meter. Mata bor pertama berukuran 914mm, namun sekarang jarang orang mengadakan mata bor sebesar telur Dinosaurus raksasa sehingga pada kenyataannya digunakan mata bor lebih kecil yaitu 445mm, tapi ditandem dengan sayap yang membentang 914mm.

Kami masih menggunakan air laut yang dipompakan ke rangkaian pipa bor, menuju mata bor, lalu keluar dari lubang atau cerat yang sengaja diperkecil disisi mata bor sehingga dihasilkan efek penyemprotan air yang keras. Kotoran atau bubuk bor dibuang saja ke laut. Teknik bor buang ke laut disebut “riserless drilling technique.”

Kadang-kadang sekali tempo dipompakan ribuan barel lumpur tajin yang kental kedalam lubangbor agar bubuk bor bisa disingkirkan dari lubang bor dan bisa menahan kotoran dari dasar laut masuk kedalam lubang terbuka. Karena lumpur dibuang maka kegiatan di ruang tangki sangat sibuk, panas luar biasa, debu dari bahan tajin beterbangan.

Apalagi lumpur tajin hanya bisa dibuat kalau airnya air tawar. Air tawar terpaksa didatangkan dari darat melalui kapal-kapal suplai. Untuk tandon air tawar, dimanfaatkan kaki-kaki rig kami. Hanya butuh waktu kurang dari satu jam untuk menyelesaikan tahap pertama ini.

Kalau lubang selesai dibor, maka matabor dicabut dan rangkaian casing berdiameter 762mm dimasukkan lubang lalu rongga antara lubang dengan pipa casing disemen.

Tahap selanjutnya adalah ganti pahat ukuran lebih kecil yaitu 445mm. Mengebor semen didalam casing, mengebor sepatu (ujung casing). lalu diteruskan mengebor dari 550m ke 2000m. Rata-rata kecepatan bor sangat luar biasa sehingga tak jarang juru bor harus mengerem napsu ngebutnya agar lubang tidak rusak, atau bubuk bor terlalu banyak mengumpul didalam lubang.

Lumpur yang sama masih dipakai yaitu hanya air laut dan bubuk bor masih dibuang ke laut (riserless) dengan pemompaan lumpur tajin sesekali.

Lumpur kadang hilang

Semua aktifitas hanya bisa dilihat dengan bantuan mesin robot yang berada disekitar sumur. Kalau ada seperti asap mengepul berarti kotoran bor dan lumpu kembali kepermukaan. Namun ada kalanya sudah dipompakan ribuan barrel lumpur dan tajin namun robot melaporkan situasi sekitar mulur sumur “aman terkendali” alias bersih. Justru yang beginian tidak dikehendaki sebab lumpur yang dipompakan “dicuri” oleh lubang-lubang atau batuan keropos dibawah sana. Harus diusahakan menambal kebocoran ini secepatnya sampai lumpur bisa kembali terlihat mengepul didasar laut.

masih bersambung…

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s