Posted in australiana

Pulau Barrow Riwayatmu Kini


Seperti sudah pernah saya katakan dalam posting sebelumnya maka pada tahun 2008, lapangan terbang Pulau Barrow atau Barrow Island akan menjadi tempat kunjungan saya setidaknya enam bulan kedepan. Dengan menumpang pesawat kecil milik National Jet Liner hampir dua jam kurang sedikit ban pesawat yang tidak bervulkanisir mulai menjejakkan telapaknya.

Pemandangan dari balik kaca jendela hanya rerumputan jarang, kerikil kerikil merah, dan rumah-rumah rayap yang mirip perumahan seperti dalam filem-filem Afrika. Namun ketika menggunakan heli, nampak pulau gersang ini seperti papan sirkuit elektronik jaman baheula. Gurat-gurat tembaga mengkilat kehitaman nampak dari kejauhan. Inilah pipa-pipa minyak mentah yang tidak jemu-jemunya mengalirkan isi perut bumi melalui tambang minyak.

Pompa Angguk nampak seperti orang mengantuk namun setia dan berirama menjalankan tugasnya. Yang nampak beda adalah tidak dijumpai ceceran minyak yang biasanya menghiasi lokasi pompa angguk. Harap maklum seekor anai-anai penghuni aseli pulau ini mendapat perlindungan yang sama. Para ahli menyebut pulau Barrow adalah sekoci “Nabi Nuh” yang tersisa sampai saat ini.

Begitu kami masuk kedalam ruang tunggu atau ruang keberangkatan, maka disitulah kami berada dan tidak boleh “ngelencer” kemana-mana. Sebuah poster mengatakan bahwa pengemudi pada siang hari hanya boleh 40-50km perjam, sementara menjelang sore dan pagi, hanya boleh maximum 40km/jam. Masalahnya mereka berjalan di Kesatriaan Angkatan Bersenjata para mahluk rayap, ular, bengkarung. Bilamana anda menabrak mahluk-mahluk ini, diwajibkan segera melapor. Keterangan lain adalah “Malam hari banyak satwa yang justru aktif, berhati-hatilah dalam mengendarai..

Dengan start Full Hati-hati maka kesan yangditimbulkan bahwa industri pertambangan selalu merusak, sepintas tidak nampak dipermukaan.

Pada tahun 1964 kawasan ini baru dibuka untuk manusia pertambangan. Tak kurang perusahaan semacam Santos, Woodside, Chevron mengais rejeki disini. Deru Heli dan Pesawat terbang lainnya semua dianggap mengganggu kehidupan bawah tanah ini. Ternyata pihak konservasi melihat selama manusia dibelenggu tidak boleh ngayap kemana-mana, maka mahluk ini akan menyesuaikan diri. Pihak Australia sangat bangga akan keberhasilan konservasi ini.

Itulah Australia, negeri yang sangat memperhatikan hak hidup warga termasuk satwa.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

One thought on “Pulau Barrow Riwayatmu Kini

  1. bahh!! pertama kali ni yang komen. mantap, mas. semua postingannya ttg perjalanan laut ya?? teruskan semangatmu….

    salam ya buat mbak yang blonde itu hehehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s