Posted in garuda

Zwit Ziew Garudaku


Jleg….Dug…Brrrrr diikuti badan pesawat bergetar lalu Nguiiik terdengar suara ban mendecit ditekan rem. Sambil menahan badan bergerak kedepan akibat gravitasi saya berdoa mudah-mudahan bukan ban vulkanisiran. Maka usailah perjalanan pesawat Garuda Indonesia dari Perth mendarat di Den Pasar.

Sementara penumpang lainnya seperti “sipat kuping” alias bergegas menuju Kuta dan lokasi liburan lainnya saya lirik penumpang transit ke Jakarta hanya ada saya seorang bule Osie bercelana pendek dan sandal jepit kulit seperti yang banyak dijumpai sembilan dari sepuluh turis backpacker di jalan Jaksa, Jakarta Pusat.

Maka ketika penumpang pindahan macam kami berdua diminta naik pesawat GA 405 sontak bergegaslah duo ini ke pesawat dengan langkah di-tegap-kan seperti anak SMA Teladan Yogyakarta membawa bendera untuk dikibarkan di hari Senin. Pikiran, pesawat sudah penuh dengan penumpang sebab biasanya penumpang dalam negeri diutamakan naik pesawat terlebih dahulu baru kemudian diikuti penumpang transit.

TERIAKAN PRAMUGARI

Sayangnya tidak nampak seorangpun awak kabin menyambut sehingga kami berdua nekad menerobos masuk perut dan berhenti nyet ketika terdengar teriakan panjang akibat terkejut “waaaaaa” – diikuti pramugari yang bertemperasan membenahi seragamnya yang sebagian sedang terbuka.

Saya tidak menyangka akan disuguhi pemandangan mirip ruang ganti anak panggung WO Barata. Sekalipun cuma sekedipan mata. Sial bener.

Lalu seperti ikutan Fahri dalam filem Ayat Ayat Cinta saya menundukkan kepala namun kilatan kulit perut pramugari ayu diantara seragam batik kehijauan yang berlari ke dapur pesawat tidak bisa disetip dengan mudah sampai sekarang. Kalau Fahri menunduk, empat wanita menggelepar “klepek-klepek” – saya cuma didatangi seorang Pramugari lalu memberondong “bapak sih masuk tidak ngomong-ngomong..

Sebuah pertanyaan membuat saya menurunkan rahang, pertama karena diluncurkan dengan suara ramah. Lalu Roni sang purser mendekati saya dan mengatakan bahwa pesawat Garuda ini adalah armada terbaru yang dimiliki Garuda. Rupanya trayek mereka juga Perth Jakarta.

Sambil mendengarkan penuturannya, saya lirik koran yang saya comot saat mereka panik kemasukan tamu yang diundang. Nampak terpampang Bala mantan pegawai Adam Air berdemo memprotes PHK mereka.

Hanya karena pintar-pintarnya juru foto, maka wajah para pemrotes mirip petani didepan rayahan pesta sekatenan alun-alun Utara Yogya. Wajah sumringah senyum dan mungkin membuat tanda peace atau victory lebih dominan sehingga jauh dari kesan bersedih atau marah.

Makan siang dihidangkan, semur daging terasa begitu leleh dalam mulut saya. Daging sapi yang dihidangkan mustinya kelas sapi Selandia Baru. Tidak ada satu seratpun yang ngeyel membelot menjadi slilit gigi.

Tiba di Bandara Sukarno Hatta, begitu lepas dari pemeriksaan Imigrasi, saya lihat bagasi sudah bertengger di ban berjalan mendahului kedatangan pemiliknya. Luar biasa sekali.

Garrruda Indonesiya (mohon dibaca seperti suara rekaman Saldo sisa Handphone anda) senang rasanya terbang dengan anda. Dan thanks ya atas suguhan peragaan busana sekalipun sesaat.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

One thought on “Zwit Ziew Garudaku

  1. Mas Mimbar,

    beruntung sekali anda masih dikunjungi Garuda Endonesah. Kami di New Zealand harus gigit jari karena tidak dilimpahi trayek Akl-Denpasar seperti dulu. Padahal kami selalu menjadi customer yang setia setiap saat kembali ke tanah air selalu memakai jasa Garuda. Sekarang jika memang masih ingin menikmati tempat duduk di Garuda, kami harus terbang memakai Air New Zealand ke Perth.

    Kapan nih pihak Garuda akan menambah armadanya untuk terbang langsung ke Auckland? Ditunggu!

    ab

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s