Posted in gaya hidup, karung guni

Menjual Buku Managemen, Bahasa Inggris, Elektro seharga 1 dollar 10 sen


Di flat anak saya #05-62 di Singapura sedang terjadi kesibukan luar biasa. Mereka harus pindah pada akhir April08 ini lantaran pewaris pemilik flat sudah menjual miliknya kepada orang lain. Mobil lorri untuk pindahan sudah dihubungi dengan biaya angkutan sebesar 150 dollar. Sayapun datang dari Jakarta menjadi kuli panggul anaknya.

Persoalan yang muncul pertama kali adalah dimana mencari kardus bekas untuk membungkus barang pindahan. Ketika menghubungi supermarket macam Cold Storage ternyata mereka menunjuk kontraktor tertentu yang berwewenang memberikan bantuan berupa 10 dollar per kardus bekas. Mujur, Acay seorang penghuni flat memiliki jalur untuk mendapatkan kardus secara gratis.

Persoalan kedua adalah ternyata selama ini banyak shampoo, sabun, makanan , odol, obat-obatan yang selama ini belum pernah dibuka namun saling bertumpuk di gudang. Belum lagi buku, majalah yang pasti akan memenuhi seantero kardus.

Acay yang nama aselinya Prasetyo menghadapi kendala buku-bukunya. Sekitar tiga tumpuk tinggi buku managemen, teknik, bahasa Inggris koleksi pelajar kita saat mereka kuliah dahulu. Semalam dua temannya dari Indonesia datang kekamarnya. Semula saya pikir mereka membantu Acay mengepak barang-barangnya, ternyata setelah mendapatkan satu dua buku yang dicari, keduanya pamitan. Urusan mengepak barang, kerja sama antar penghuni flat mungkin hanya ada dalam filem Ayat-ayat Cinta.

Lalu ketimbang membuang buku yang kadang bikin persoalan dengan bagian kebersihan saya menawarkan diri menjadi relawan penjual “burukan” kata orang Palembang, atau loakan kata orang Jakarta.

Sekitar jam setengah tiga siang, saya dengan suara terompet pencet “towet..towet” dibunyikan pertanda kehadirannya. Saya masih belum membuka pintu. Kok suara main menjauh, semula ingin mengejarnya namun biasanya empeh tua ini ini akan beredar diseantero flat.

Benar saja, saat towet-towet disertai suara sandal bergesek makin mendekat, pria separuh baya kurus dengan baju kumuh lengan pendek dan celana pendek kali ini cuma membawa karung goni kecil. Belakangan saya tahu isinya adalah tali rafia dan timbangan gantung.

Dia saya cegat, semula wajahnya sedikit takut. Bahkan terompetnya dicoba untuk disembunyikan. Padahal pandangan bersahabat lho. Lebih dekat pandangan mengharap.

Karung gunny?” kata saya.

Matanya bersinar saat melihat buku management masih mulus dan tebal. Setelah diikat dengan rafia, buku ditimbang pakai dacin, alias timbangan saku. Sebentar ia berbalik dan tangannya merogoh saku kirinya memberikan kepada saya dua keping koin. Satu kekuningan bernilai nominal 1 dollar dan yang lain 10 sen.

Diliriknya meja didalam lalu dia bilang “laptopnya nggak sekalian, atau TV,” – wah repot juga kalau laptop kantor dihargai 10 dollar.

Selamat jalan buku ratusan dollar yang sekarang dikonversi menjadi 1 dolar 10 sen.

Karung gunny…karung gunny…

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

2 thoughts on “Menjual Buku Managemen, Bahasa Inggris, Elektro seharga 1 dollar 10 sen

  1. Aduh sayang saya nggak bisa jadi pemulungnya…salah satu problem saya dengan suami disebabkan saya terlalu cinta buku-buku saya sampai yang cuma foto copy. Buat dia itu semua harusnya masuk karung gunny itu…he..he…he…

    Like

  2. jadi keingetan cinta pertama saya alias buku2 saya yang terpaksa diwariskan pada teman dekat saya, lantaran ndak memungkinkan dibawa kesini lantaran berat di ongkos .. maaf cintaku, aku khianati kamu *iwan fals*

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s