Posted in gaya hidup, kriminal, singapore, singapura

Khatib kehilangan tongkat dua kali


Kebelakangan ini terdapat beberapa kecurian telah berlaku di dalam masjid ini. Dua tongkat khatib di MIMBAR telah hilabg dalam masa dua minggu dan kotak tabung derma telah dicuri. Oleh itu jika jemaah melihat sesuatu yang mencurigakan di dalam masjid harap hubungi nama-nama dibawah ini dengan segera..dst..

Pengumuman atau “Notis” ini tertempel pada dinding rumah ibadah berwarna hijau tua.

Mesjid kecil ini terletak di kawasan kampung Belanda Buona Vista – Singapura ini memang menjadi bangunan terkesan underdog bila dibandingkan bangunan sekitarnya, apalagi rumah ibadah lain yang berlantai marmer italia, berpendingin udara serta menggunakan Multimedia Proyektor sehingga terkesan gagah terpelihara baik.

Karena letak dan struktur mesjid, saat sembahyang Jumat misalnya, Khatib masuk kedalam ruangan tertutup yang notabene seperti dikepung para jamaah. Jadi tidak seperti pemandangan mesjid di Indonesia dimana Khatib menyampaikan pesan selalu didepan jemaat.

Setelah waktu salat tiba, barulah Imam maju kedepan. Imam dan Khatib bisa orang yang sama, bisa pula orang yang berbeda. Misalnya Khatib membacakan Khutbah sementara Imam memimpin salat jemaah (bersama).

Di bandingkan dengan di tanah air, mesjid ini tergolong pendiam. Kecuali panggilan sembahyang, maka praktis pengeras suara tidak diumbar setiap saat.

Setelah sembahyang Jumat biasanya dilakukan bhakti sosial berupa makan bersama nasi Briyani.

Namun belakangan ketentraman mesjid terganggu oleh ulah panca-longok. Seperti nampak dalam pengumuman (notis) yang ditempelkan di dinding masjid yang bernama Kp Holland (Kampung Belanda). Pasalnya dalam dua minggu saja tongkat yang biasa dipegang Imam atau khatib sudah dua kali berpindah tangan bahkan kotak derma yang biasanya berisikan uang sumbangan pengunjung juga diembat oleh pencuri.

Bagi pemeluk Islam, ada beberapa kelompok yang melakukan upacara sembahyang atau salat jumat baru afdhol saat Imam memasuki mimbar sambil memegang tongkat.

Waktu saya kecil, ada tongkat yang diberi kerincingan sehingga saat digoyangkan, maka terdengar bunyi nyaring. Lalu khatib berkata “barang siapa bercakap-cakap saat Khatib membacakan khutbahnya maka salat Jumatnya sia-sia..” – tapi namanya anak kecil, kami hanya bisa sebentar terdiam, lalu mulai berkejar-kejaran dan bergulat didalam masjid.

Namun tidak semua mesjid mengharuskan para khatib membawa tongkat. Dan untungnya tidak sampai menyeret fatwa Majelis Ulama yang galak itu.

Polisi Buona Vista yang baru buka setelah jam 10pagi sudah mendapat laporan pencurian tersebut namun sampai saat ini sang kolektor tongkat khatib belum bisa dibekuk.

Ternyata orang jahat dimana-mana ada.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

2 thoughts on “Khatib kehilangan tongkat dua kali

  1. ada juga guyonan lawas mengatakan, kenapa piano adanya cuman digereja sedangkan dimasjid ndak ada?

    Laaah wong sandal jepit aja ilang di mesjid kok apalagi kalo dikasi piano ..

    *tidak bermaksud menyinggung siapa-siapa*

    Like

  2. mudah2an yang nyuri memang betul2 krs terpaksa smg ALLAH akn segera memberi hidayah sehingga dia tdk kesulitan lagi, tapi kalau motifnya lain apalagi niat ganggu, justru mamberi peluang pada saudara2 kita disana utuk kesempatan menambah pundi2 amal baik dengan cara segera menggantinya dan mengamankannya, amin, biridolloh wafii syafaati rasuulillaah sol’am

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s