Posted in gaya hidup, singapore, singapura

Balada Nyony Peggy


Kompor twin yang pernah menyengsarakan Nyonya Peggy, nampak sedang dicoba oleh penghuni rumah baru.

Nyonya Pegi nama pemilik rumah yang disewa anak saya sering kurang puas dengan pembantu jaman sekarang. Sementara Pegi kemana-mana pakai bis, anaknya pakai mobil, memiliki pembantu.

Kacau anak sekarang,” keluhnya. Peggi sendiri sudah membukukan beberapa bungalow dan rumah. Ia memang terbilang berdompet tebal.

Satu saat dilihatnya sang pembantu sedang memasak. Pegi langsung mengisyaratkan agar jangan boros akan gas. Sang pembantu menurut dan mematikan api kompor. Sementara kompor satunya masih memanaskan sup untuk cucunya.

Saat itu ia berniat memindahkan sup panas ketika api kompor “padam” tiba-tiba melonjak diserang oleh api kompor sebelahnya. Suara letusan kecil terdengar.

Reflek Peggy menutupi mukanya tentu saja panci berisi sup panas ditangannya dilepaskan sehingga kakinya melepuh tersiram sup mendidih. Namun belum sempat berteriak, api sudah menyambar pakaian kantornya disertai suara blub. Tidak cukup keras namun horornya terasa sampai sekarang.

Saat tubuhnya di kelilingi api. Sang cucunya berteriak kegirangan “hurray grandma having a fireball” – mengira sang nenek meniru pertunjukan api di pertunjukan malam di kebun binatang Singapura.

Duduk perkaranya, ketika sang Granma mengomeli pembantu agar berhemat dengan gas, rupanya api kompor memang dimatikan dengan cara dicekik melaluli butang (tombol), sayangnya pembantu tidak mematikan sepenuhnya sehingga sisa gas masih mengalir. Jadi ketika sang Pegi mengangkat sup panas, api kompor meninggi dan menjilat kompor “mati” disebelahnya.

Ada beberapa bulan ia harus dirawat dirumah sakit akibat luka bakarnya terutama bagian perut dan tangannya.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

One thought on “Balada Nyony Peggy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s