Posted in gaya hidup

Menikmati layanan ala “speedy” Singapura dengan 159 ribu per bulan


Ketika mengikuti pindahan rumah anak saya di Singapura maka jauh-jauh hari saya “tegesin” – maksudnya bertanya dengan detail adakah di rumah kontrakan yang baru nantinya tersedia internet kabel “Star Hub” yang luar biasa cepatnya.

Terus terang kalau ke Singapura tugas saya bapaknya adalah kuli angkut, kuli sampah, kuli bersih-bersih kamar mandi merangkap IMF. Sementara ibunya kuli masak dan “secuil” belanja.

Namun anak saya menjawab bahwa rumah yang akan ditempatinya sebetulnya cuma “gudang” bagi seorang ibu yang hanya karena kepingin cucunya sekolah di SD favorit dikawasan yang kata orang termasuk elit.

Lalu untuk mengakali sistem rayonisasi ibu Peggy yang bukan melati Sukma membeli rumah kapasitas tiga kamar tidur, kamar mandi, kamar makan, taman, hanya untuk mendapatkan bukti pembayaran bahwa mereka tinggal di kawasan yang dekat dengan sekolah favorit tersebut.

Hari selanjutnya rumah tersebut tidak berpenghuni apalagi berinternet. Lalu Starhub yang di apartemen lama “maunya” dipindahkan ke rumah (kontrakan) baru. Celaka-sungguh celaka dikawasan ini kata Star Hub belum ada sambungan Internet Kabel mereka “ni mari” alias kemari. Dan muncullah biaya instalasi sebesar 2400 dollar plus+plus.

Pikir-punya pikir, putri saya mencoba pelayanan lain dari Sing Tel (ST) yang menggunakan saluran tilpun biasa macam pelayanan Speedy di tanah air. Nama dagang dari pelayanan ini adalah MIO. Yang menggembirakan penyedia meminjamkan modemnya sementara biaya operasi “unlimited, 3 MBPS” sebesar duapuluh dua dollar per bulan termasuk pajak, hampir mirip dengan 159 ribu rupiah.
Hari yang dinantikan, petugas ST datang untuk mengaktifkan saluran tilpun. Dalam hitungan menit, tilpun di rumah baru langsung kring. Sementara internet dijanjikan akan aktip seminggu kemudian.

Hari yang ditunggu datang. Tepat jam lima sore peralatan internet mulai dipasang. Mula-mula kami gunakan Local Area Network setelah berjalan dengan baik perlahan wireless diaktifkan.Kini lima laptop mengakses berbarengan dengan kecepatan 3MBPS dan unlimited. Kecepatan internet diuji coba dengan bermain online game, sampai sekarang sudah seminggu belum ada keluhan. Lalu saya mencoba mendownload program Linux terbaru Ubuntu 8.x sebesar 700mb dan dipulung hanya dalam waktu 50 menit pada jam sibuk. Program yang boros bandwidth macam YouTube dijalankan tanpa Anisa Bahar yaitu terpatah-patah goyangnya.

Tegasnya, internet MIO yang 159 ribuan berjalan kecepatan yang bisa dikurs dengan mengecupkan jempol dan telunjuk.

Sementara tilpunpun masih bisa digunakan untuk komunikasi suara. Kapan saya bisa menikmati pelayanan seperti ini di Bekasi sana?. Mimpi kali ye.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

3 thoughts on “Menikmati layanan ala “speedy” Singapura dengan 159 ribu per bulan


  1. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

    KALO MAU BIKIN BLOG, JANGAN LUPA MASUK SITUS “Leoxa.com”
    (Themenya Keren Abiss & Bisa Pake Adsense)

    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

    Like

  2. Halo pak Mimbar, saya penggemar baru blog bapak, gaya penuturan ceritanya saya nikmati banget, serasa seperti baca novel🙂

    Utk posting yg “speedy” ini, saya melihat teksnya ter-“paste” 2x. Coba diperiksa ulang.

    Wassalam…

    Like

  3. Waduhhh Hiyya Hiyya … kena paste dua kali atau malahan dua seperempat kali.
    Terimakasih.. Terimakasih

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s