Posted in gaya hidup, singapore, singapura

I dont want your money – Tisu Paipel


Di sebuah blog seseorang pernah menulis keluhan pengunjung di sebuah pusat jajan Amoy Singapura. Mereka kerap didatangi seorang gadis penjaja kertas tisu yang “maksa” dan tidak akan beranjak pergi sebelum kita membeli tisunya.

Perbuatan yang mengganggu kenyamanan pengunjung ini lalu dilaporkan.

Di jalan-jalan besar Singapura seperti Orchard Road lebih khusus lagi d idepan Mall Takashimaya selain dijumpai penjual Es Potong kegemaran saya, anda akan menjumpai para penjual tissue sedollar tiga yang umumnya dijual oleh para penderita cacat seperti buta, tuna wicara.

Saya selalu kesulitan mendengar teriakan mereka “tisu paipel, tisu paipel, ” mereka kecuali melihat tiga bungkus tipis kertas tisu yang diacung-acungkan kepada para pejalan kaki.

Kalau anda memberikan sejumlah uang maka biasanya mereka akan berseru gembira sambil mengucapkan “thank you, god bless you..

Kadang ada beberapa pejalan kaki yang iba hati dengan memberikan sejumlah uang seperti lima atau sepuluh dollar tanpa mengambil tisu yang ditawarkan.

Di luar dugaan orang-orang ini akan tersinggung sehingga terlontar kata-kata “I dont want your money..” – jadi manakala anda ingin berbuat baik terhadap mereka, ambilah tisunya dan berikan uang serelanya dengan demikian mereka tidak merasa menjadi pengemis atau mereka berhutang karma terhadap anda.

Namun ada juga para bekas anak wayang (Cina) – yang karena sepi yang “menanggap” sehingga terpaksa mencari nafkah dengan menjual keahliannya bermain alat petik Cina sambil mempertontonkan foto saat mereka berjaya menjadi Raja Lenong.

Penjaja mainan spiderman yang bergelantungan seperti cecak mabuk, juga bisa dijumpai di Orchard Road

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

One thought on “I dont want your money – Tisu Paipel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s