Posted in gaya hidup, singapore, singapura

Tawar menawar Durian di Supermarket


Di Supermarket seperti Giant atau Fair Price umumnya durian sudah diangkat dari kulitnya dan dikemas kemas dalam kotak styrofoam. Masing kemasan ditulis dalam aksara Mandarin, lalu diberi tulisan latin semisal D-24 yang disebut juga durian alpukat atau durian X-O karena jenis ini kondang dengan kandungan alkoholnya. Harganya amat bervariasi. Pagi hari S$20, menjelang siang diturunkan menjadi S$10. Sementara durian juru kunci alias tanpa nama dihargai 3 kotak lima belas ringgit. Tapi masih ditanggung manis dan pulen. Orang Malaysia menyebut satu dollar adalah satu ringgit padahal saya terbiasa diberi pelajaran satu ringgit adalah dua setengah rupiah.

Di tanah air, entah CarreFour, entah Giant apalagi supermarket lain – pengalaman membeli durian beda tipis dengan Pilkada. Berharap cemas mendapatkan yang lebih baik, dibela-belain para pendukung tawuran berdarah-darah. Hasilnya setali tiga uang. Sarana jalanan tetap hancur, sarana ekonomi sami mawon.

Maka, saat di Singapura, nafsu saya akan durian sudah sampai ke leher hampir naik ubun-ubun. Apalagi di blogger ditulis durian menurunkan kadar kolesterol anda.

Saat membeli cuma satu styrofoam sebagai obat penawar rindu, anehnya sang penjual berbisik, sekalipun hari belum terlalu malam, kalau beli 9 kotak harganya dimurahkan dari $90 menjadi $40. Tetapi kami menawar 12 kotak seharga $50 dan ternyata tidak diberikan.

Maka malam itu sembilan kotak durian kami santap bersama anak-anak di rumah (kontrakan).

Luar biasa, baru dua kotak semua sudah mundur menggigil menghadapi si kuning tembaga nan semekel, lembut memabukkan bagaikan anggur durian. Akhirnya diperlukan waktu seminggu untuk menghabiskan durian tersebut.

Saya tidak habis pikir bagaimana penjual durian bercincai-cincai dengan pihak supermarket dalam menentukan harga. Tapi Itulah uniknya Singapura.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

3 thoughts on “Tawar menawar Durian di Supermarket

  1. Hihihi…baru tau ternyata di sono bisa tawar menawar durian, kirain yg ada cuma MRT ama singa muncrat, hehe…(saya yulius wiki lo pak, mohon di link:D)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s