Posted in australiana

Pasporku ada dua hijau semua warnanya


Bukan-bukan karena saya seperti di filem macam Bourne Identity yang tokohnya memiliki passport banyak lantas dar..der..dor menembak dan ditembaki orang sebatalion lecetpun tidak.

Pasalnya saat mengganti passport yang lama, Visa 457 Australiaku masih berlaku. Lantas diberi wejangan oleh para ahli bahwa sebaiknya jangan memindahkan visa yang cuma selembar “thil” tadi ke passpor baru dengar resiko dicuri. Apalagi beberapa tahun lalu pasportku didalam mobil pernah dibobol alap-alap dengan cara menebar paku menggaet tas orang.

Daripada..daripada (maksudnya daripada menanggung resiko ditanggung resiko penumpang), maka paspor lama ditandem dengan yang baru. Ketakutan teratasi.

Namun yang muncul, adalah pihak imigrasi setelah membuka paspor lama ada saja yang main tembak “kok visa kamu kadaluwarsa setahun lebih…?”

Yang bener aja Cing ! – gerutuku dalam hati.

Lalu buku baru dikebet kekanan, dikebet kekiri. Akhirnya lembar yang memiliki Visa masih valid saya tekuk dan ditempeli lidah kertas agar lebih mudah mencarinya disuatu saat.

Saya pikir persoalan sudah selesai…

Visa Bikin Yak Ubeng

Imigrasi di Perth bergumam, “passpor negeri sampeyan salah satu yang membuat saya Yak Ubeng karena sistemnya complicated..” – saya tidak ngeh apa yang membuatnya Yak Ubeng (mubeng-mubeng, Palembang, pusing tujuh kali jari-jari kali jari-jari kali empat pertujuh). Sebelumnya ada dua kali begitu mendarat di Perth saya dipanggil ke ruang khusus. Alasannya paspor saya di catat ulang, padahal saat di loket sudah ada mesin scanner yang memindai informasi mengenai saya.

Tapi selama kita dibekali dokumen lengkap, semua tidak menjadi masalah.

Kegunaan paspor lama adalah untuk bukti kepada pihak pajak Australia, misalnya, bahwa mereka menariki pajak orang yang tidak tinggal di Australia. Taunya bahwa kita bukan penduduk Australia tentu dari stempel yang blang blontheng di paspor kita.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

3 thoughts on “Pasporku ada dua hijau semua warnanya

  1. Dear Pak Mimbar,

    saya begitu suka pada tulisan tulisan yang ada di blog anda….
    semuanya begitu inspirasional bagi saya, kesempatan ke luar negeri yang belum saya dapatkan, dapat saya gambarkan jelas di otak saya……
    bagaimana perbedaan adat budaya, sosial, ekonomi, sifat manusianya, bahkan sifat anda selaku penulis…….

    bukan hanya cerita tentang luar negeri… tetapi carut marut negeri ini serta cara kita menyikapinya selaku warga negara yang baik, dan bagaimana kita menjadi bersemangat hidup di Indonesia…. hehehehe…..
    saya suka semangat anda…..
    saya merasa ngobrol dengan anda ketika membaca tulisan anda……
    mungkin karena saya orang jogja….. jadi familier dengan istilah istilah “ndeso” yang anda lontarkan…. hehehe

    saya salut…..
    salam kenal……..
    sudahkah anda berencana untuk membukukan tulisan anda…….???
    regards
    Yudhi

    Like

  2. 5 tahun lagi paspor hijau saya mungkin akan berubah menjadi merah lantaran pemerintah kita ndak gaul, ndak ngasih ijin untuk dobel kewarganegaraan

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s