Posted in gaya hidup

Sampai kapan akan bekerja


Dua pria seumuran saya dilihat dari BMI -body mass index – yang sudah overscale alias mblandang kemana-mana, lalu gerakan tubuh sewaktu akan duduk terkesan Bekhoe akan berbelok. Saat mereka bicara, sebentar napasnya tersengal. Pria ini perwakilan dari sebuah lembaga semacam pemberdayaan manusia. Mereka datang berjimat – watak manusia bisa dilihat dari uji warna. Didalam tubuh yang sehat tertanam jiwa yang kuat nampaknya cuma slogan untuk orang lain.

Saat pertemuan mingguan di rig, ia menarik 6 orang dengan mata tertutup lalu mereka mengikuti instruksi seperti melipat kertas, memotong, melipat lagi. Hasilnya sudah ditebak, pakar-pakar ini ingin mengatakan bahwa sekalipun tujuannya sama, kadang hasilnya berbeda.

Saat di rig saya tidak sempat berbicara dengan mereka namun bertemu saat menunggu pesawat yang akan membawa ke Singapura. Ketika tahu saya dari Jakarta, langsung salah satu mereka menukas punya teman di Rig dipanggil “Leon Spink” – lantaran semua atribut petinju besar waktu itu diikuti oleh teman tadi.

Cuma kok lama-lama si Leon menjadi pendiam. Usut punya usut, dengan dipanggil nama Leon, si pemuda tadi merasa bahwa temannya tidak menghargai keberadaan nama pemberian orang tuanya. “Saya belajar bahwa kepada orang Indonesia, kami harus menghapal nama aselinya

Suasana sempat terkoyak ketika salah satu dari mereka bilang, “Sampai kapan akan bekerja di rig, tidak terpikir pensiun, keluarga dst..” sebuah pertanyaan klasikal. Pria asal Columbia ternyata perut gendutnya bisa jadi lantaran mengunyah puluhan eksemplar buku Bob Kiyoshaki.

Enteng saya menjawab, saya kepinginnya pakai topi Akubara, bawa tongkat, pakai baju setelan putih-putih, pakai jam rantai emas seperti di filem November 28, lalu tiap hari ada orang membawakan uang berkarung-karung. – lalu sebentar-sebentar bicara Eh mandor, Eh Bek ambilkan tuan punya Kuda.

Saya lihat rahang bawahnya menurun sedikit. Agar lebih turun lagi saya menambahkan “but I have no choice. I am just like a taxi driver. You stay at car pool, you have no buck, you have to hit the road to get money..

Saya tak habis pikir, mengapa ada orang begitu mengagulkan pensiun padahal badan masih kuat bisanya orang ini bekerja di institusi pemberdayaan manusia. Harusnya pemensiunan orang. Padahal kalau mau dibalik mudah saja saya bilang “lha sampeyan gelayaran (main) ke rig pengeboran juga ngapain, kenapa tidak ambil pensiun…” – tetapi orang Jawa bilang namanya “sengkring” alias volume meninggi karena marah.

Empat tahun saya sudah bekerja menjadi kuli pengeboran, saya terang-terangan mengatakan sebagai TKI, so what gitu lho. Pasalnya begitu jreng – kaki menapak kedalam helikopter yang menjemput kami, maka thestinggalah semua persoalan di rig, jangan dibawa pulang ke rumah.

Kadang ada pertanyaan dari kerabat, bagaimana rasanya bekerja 12 jam sehari di Offshore Rig.

Lalu saya jawab, bagaimana dengan anda sendiri yang jam setengah lima pagi harus sudah berada di jalan, lantas pulang paling tidak jam 8 malam lebih lantaran selalu macet mulai dari berangkat dan pulang kerja.

Biasanya kerabat tertawa sadar bahwa mereka sebetulnyabekerja-Full-stress lebih dari dua belas jam. Sampai dirumahpun mereka masih ditilpun pimpinan, hari Sabtu kadang minggu sepintas kelihatan libur tetapi HP masih sering terhubung dengan urusan kantor.

Saya sempat menjelaskan kepada kerabat bahwa sekali waktu terjadi perubahan pergantian crew sehingga pihak di rig harus bekerja lebih dari semestinya yaitu extra dua jam. Semua dicatat sebagai uang lembur. Di negeri kita, pegawai ditekan sampai bekerja jauh malam dengan imbalan sebesar 2M (Makasih Mas) saja.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

2 thoughts on “Sampai kapan akan bekerja

  1. Katanya sih bedanya disitu ya pak dhe…kalau lagi kerja mati-matian, kalau lagi libur bisa santai beneran…mungkin karena disini matahari secara konstan terus bersinar dengan panjang waktu yang sama?

    Like

  2. kalo diindonesia working for living, kalo disini living for working .. baru berhenti kalo sudah encoknya kut dan punggungnya mlengkung

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s