Posted in gaya hidup, kriminal, singapore, singapura

Kok Nyimut Takashimaya bagi hadiah di kaki lima


Entah darimana datangnya pemuda mirip “Najip Ali” ia menepuk bahu saya sambil menyapa ramah, sebuah sikap yang sudah hilang dari buku kamus orang Singapura. Najip ali adalah dedengkot pencarian bakat Asia Bagus – yang kelak melahirkan KD.

Hallo How Are You” dan lho kok suaranya juga mirip Najip Ali. Saya hanya menatapnya, sementara Erni duduk di bangku kawasan Orchard Road memperhatikan tamu “ujug-ujug” ini.

Merasa tidak ada yang menjawab, Najib jejadian menjawab sendiri “tentu kabar baik bukan,” lalu dia menurunkan dua tas kertas “goody”

Anda lihat sore nanti, Takashimaya akan membuka program baru, lima belas menit sebelum acara dibuka saya sebagai wakil Takashimaya akan memberikan hadiah kepada anda.”

Kok Nyimut, Hari geneh, orang kasih hadiah gratis. Batin saya menolak.

Sepasang jam tangan lelaki dan perempuan ini di Takashimaya dihargai 1500 dollar, saat promosi kami turunkan menjadi 600 dollar ditambah bonus sebuah pisau lipat Army Swiss

Saya disodorkan bungkusan tersebut lalu saya buka…

Kalau anda beli dua set, maka satu set jam tangan cantik ini akan diberikan gratis.., syaratnya anda paling tidak bisa menunjukkan bukti pembelian di Takashimaya sebesar minimal 50dollar, bisa saya lihat struk pembeliannnya.

Terus terang saya terpesona sambil memperhatikan bahasa “hipnotis” yang ia pakai seperti gratis, cantik, lalu bahasa diskonto khusus dengan tekanan “waktu terbatas.”

Wheladalah, tobil anak kadal saya lihat tanpa sadar Erni sudah klesak-klesik membuka dompet mencari struk tersebut. Lha kalau isi dompet sampai diperlihatkan saya tidak bisa membayangkan kejadian selanjutnya.

Langsung saya ambil alih peranan dengan bersuara sedikit membentak (biasanya keponakan nangis kalau saya sudah sampai level ini.)

Stop ..Tutup dompetmu

Lalu kepada pemuda baik hati sekalipun bukan sanak bukan kadhang (saudara), saya menyilangkan tangan mendatar, lalu seperti gerakan memotong (ini cuma afirmasi memotong saluran telepati, eng ing eng), “Sorry, we are not interest, thank you..

Rupanya pemuda bak Najip tadi tahu gelagat, dia segera merapikan barangnya dan berlalu dari situ.

Erni yang masih bingung bertanya, lho tadi maunya apa sih? ”

Saya enteng menjawab, kalau cuma mau jam model dia, di PaUl (Pasar Ular) Tanjung Priuk banyak.

Elho di Rig kok ada pengumuman :” Dijual Rolex Copy Watch seharga 125dollar, dipesan oleh seseorang tetapi tidak mau bayar, harap hubungi Subsea Engineer..

Orang Australia doyan juga dengan barang jejadian.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

2 thoughts on “Kok Nyimut Takashimaya bagi hadiah di kaki lima

  1. kekekeke nyaris ya pak…lah itu memang tidak di takashimaya thok pak..yang dijalan jalan keleleran di depannya kan juga jual yang sama. Sok akrab semua…saya dan istri sampe bingung ngelesnya…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s