Posted in australiana, gaya hidup

Ketempuhan Artikel Backpacker ke Australia


Sebuah email dari redaksi majalah di bilangan Kemayoran meminta saya menulis artikel mengenai backpacker. Rupanya sang Redaksi membaca cerita mengenai keliling Perth Gratis dalam sebuah portal http://www.wikimu.com yang saya tulis.

Terang saya blingsatan ketiban sampur macam begitu sebab selama ini menulis tanpa pernah terlintas misalnya ingin dimuat dimajalah. Apalagi harga-harga di Australia keburu meroket.

Akhirnya saya memang lempar handuk putih kepada Pemred majalah tersebut.

Tapi ada sisi baiknya yaitu saya mulai mencatat soal harga, sewa yang selama ini karena perusahaan yang menyediakan fasilitas membuat saya keenakan. Memang sekali-sekali saya mendatangi persewaan yang mengiming-imingi kamar semalam cuma $35 dollar dengan sarapan.

Resehnya saat didatangi selalu pengurusnya bilang “ah sudah full, yang ada adalah $65” – ini setali tiga wang dengan gaya hotel kita yang menyediakan layanan standar namun selalu fully book, yang ada tinggal eksekutip dan Lux.

Tiket ke Australia – kelas ekonomi terpampang sebesar $856 pergi pulang berlaku satu bulan. Silahkan konsultasi dengan biro perjalanan anda jika ingin mencari yang lebih miring ketimbang harga tersebut.

Lantas bagaimana dengan hotelnya? seperti yang pernah disebut dalam posting terdahulu maka ada kenaikan biaya hotel menjadi $144 per-malam seperti email dari admin kantor kami Tori.

Hi Mimbar,
Please see below accommodation details:
Mimbar Saputro
Emerald Hotel
PAY OWN ACCOUNT
Rate: $144 per night
Thanks & regards,
Tori  🙂

EmeraldPOA – Pay Own Account– istilah untuk bayar sendiri nanti di reimburs dalam tagihan bulanan. Jadi dengan menyesal kebiasaan kita tinggal di rumah kerabat tetapi mengambil “mentahan” tidak bisa diterapkan disini. Ada pengeluaran harus ada kwitansi yang sah. Tapi untuk backpacker tentunya tidak menjadi persoalan.

Ada dua airport di Perth, pertama International dan kedua Domestic yang letaknya berjauhan.

Karena anda mendarat di bandara International maka usai keluar pemeriksaan custom (pastikan tidak ada makanan terbawa kendati sisa dari pesawat – sebab mereka menggunakan anjing pengendus) langsung kekiri melewati pintu geser dan disana sudah menunggu taxi. Ambil taxi yang terdepan.

Biayanya selama ini sekitar $45 atau sekitar 400 ribu rupiah. Kalau waktu tidak menjadi batasan, coba Perth City Shuttle berupa bis seukuran Kopaja yang menarik trailer bagasi dibelakangnya. Biayanya $25 sekali trip. Keuntungannya anda akan melihat-lihat hotel-hotel yang dikunjungi. Masih bisa menggunakan Bis dengan biaya lebih miring yaitu $15 – asalkan anda tahu rute-rutenya.

Soal makan saya hanya menemukan satu restoran ala Hoka-Hoka namun sekala lebih sederhana di jalan Murray. Satu porsi nasi ukuran kecil sebesar $5 – sementara minumnya teh hangat Jepang yang gratis. Beberapa restoran juga mematok harga 5-10 dollar per makan. Di restoran Asia, termasuk Indonesia dan Malaysia, anda bisa meminta air dingin gratis.

Kalau enzym perut anda tahan disiksa dengan abu soda mi instan di sini dijual dengan harga 50sen per bungkus.

Toko disini hanya sampai jam 17:00 mereka sudah tutup. Namun jangan kuatir para pemilik toko dari Timur Tengah mampu buka sampai jam 10 malam dengan harga Begadang II. Anda bisa mendapatkan barang keperluan sehari-hari seperti minuman dingin, makanan kecil, foto copy, kirim fax, kirim email rata-rata ada persewaan internet dengan biaya sekitar 5 dollar per jam.

Untuk ancer-ancer perbedaan uang kita terhadap dollar, maka 1 juta rupiah setara dengan 113 dollar Australia seperti saya ambil dari situs http://www.xe.com

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s