Posted in gaya hidup

PaUl bukan pentolan Beatles


Sekali tempo saya mengantarkan mantan model pernah juga menjadi bintang filem kendati cuma satu serial, ke Paul alias Pasar Ular. DIsebut ular apakah dahulunya banyak ular atau barang yang kelihatannya aseli tetapi ular punya “palsu”.

Saya kurang sreg kalau ular selalu dikonotasikan binatang penghancur kehidupan umat manusia. Coba kalau Adam dan Hawa tidak diganggu ular. Sampai sekarang kita ada disurga. Mau makan baru mikir sudah “regedeg” ada didepan. Ada sungai dengan kolam susu yang kebetulan saya malahan mencret kalau meminumnya. Mungkin senang tetapi kok rasanya membosankan. Lha tidak ada perjuangannya.

Empat puluh ribu tahun lalu, orang Aborijin malahan berpendapat pencipta dunia ini ya dewa ular pada jaman “dreamtime” mereka.

Tapi sudahlah, bicara pasar ular yang tidak ada ularnya maka saat mereka pada sibuk mencari model sepatu, tas, kacamata, ikat pinggang, backpack saya menyibukkan diri melihat seorang penjual dawet yang memanggil beberapa pengemis yang lewat untuk diberi sebungkus dawet seorang.

Lalu dari kejauhan tampaknya keluar masuk toko di kawasan Jakarta Utara tersebut seorang lelaki bagus, dandan dandy, wajah dan rambut sangat teramat terawat, diikuti oleh para perempuan belia yang kalau dilihat postur tubuhnya yang “bangkok” pasti model. Beberapa pengawal seperti menjadi palang dada didepan sang tokoh. Lalu saya ingat seperti gaya karikatur di Kompas Minggu kalau menyindir pejabat Kerajaan melakukan “turne” kedaerah.

Ternyata mereka saling mengenal setelah bertukar salam – lalu sang lelaki bertanya “masih jalan?” yang dijawab langsung

Ah nggak mas, sudah tua kok..

Sampai disitu saya baru ngeh, bahwa barang yang dipakai para model nampak begitu kinclong dipanggung jangan-jangan keluaran PaUl.

Bukan tas berharga mahal yang dilihat, namun kemampuan menyandang, mematut, yang membuat sebuah benda imitasi nampak mencorong..

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

One thought on “PaUl bukan pentolan Beatles

  1. Terima kasih atas berita dari ulasan di atas. saya senang menyimaknya. Semoga dengan informasi-informasi yang ada di blog ini akan memberikan ilmu para anak muda indonesia. Semoga penulis di blog ini di berikan kesehatan dan kebahagaian selalu. Terima kasih

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s