Posted in Uncategorized

Foto Pekerja Rig di Pengeboran Darat


Teman saya ini (jongkok pakai coveral) aselinya penulis. Beliau lebih dahulu menulis ketimbang saya. Lebih dahulu bekerja di Pengeboran. Sudah lebih dahulu pensiun tetapi masih “ngglidik” ngampung.

Kalau dia bosan makan di rig darat, maka makanan “mewah” tersebut dibawa keluar lokasi. Saat ada petani sedang makan ia dekati dan menukar menunya dengan menu petani. Wah sarapan bersama petani di sawah huenak tenan.

Dalam foto, Sugeng sedang mendatangi pasar tumpah dipinggir sungai di kawasan Senyerang , 50km Kuala Tungkal Jambi.

Yang berdiri adalah Gao Zhi pekerja dari perusahaan mudlogging SBK asal Cina daratan yang kini juga menyerbu Indonesia. Persaingan pasar di Indonesia makin ketat sebab tahu sendiri Cina kalau dia bisa memasok Jiang Ling dari negaranya maka persoalan MudLogging – seperti pekerjaan saya bukan hal yang sukar. Bahkan modal-modal Cina satu persatu membeli saham perminyakan Internasional. Amerika sudah wanti-wanti menyebutnya sebagai “The Rising Star Milenia”

Saat mereka bekerja di Indonesia, menurut teman saya ini, tidak satupun dari mereka bisa berbahasa Inggris, namun melewati beberapa waktu, sekalipun terpatah-patah mereka belajar dengan tekun dan akhirnya bisa menguasai bahasa asing tersebut.

Negara yang amat banyak penduduknyapun ternyata bisa dipercaya menyelenggarakan Olimpiade. Maksud saya, kalau melihat Singapura lebih maju dari kita – selalu kita ngeles – ah negara kecil, dikencingi sudah banjir. Tetapi bagaimana dengan China negara besar dengan rakyat banyak. Apa kita ndak maju karena negara tanggung, ya rakyatnya ya arealnya.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

10 thoughts on “Foto Pekerja Rig di Pengeboran Darat

  1. assalammualikum pak mimbar,,,

    wah gawat juga yah kalo para cina nyerbu… ntar kita2 yang masih mau memulai karier gimana yakkk…. heheheh… pak mibar ajak2 dong jadi mud logg…. heheheheh iya neh ditunggu mudlogger graduate traineenya baker sls..

    salam’ ikhlas
    dari arab

    Like

  2. Saya sudah lama tidak bertemu dengan pak Sugeng Geologist …Kangen juga nich. Mohon email addressnya pak Sugeng kalo boleh ….

    Jawab: email addressnya nama lengkap beliau sugeng dan hartono – namun diantara kedua nama ada sebuah titik. Lalu domainnya adalah petrochina.co.id – semoga bisa konek dengan beliau – maaf tidak diberikan secara lengkap, bisa disadap dan di spam nanti

    Like

  3. saya sangat bangga dan senag dengan keberadaan situs ini dan terus terang ini adalah salah satu dampak fositve era Globalisa yang sangat pesat dan membuat kita di tuntu Harus Menyelami Gelombang nya an sewaktu saya sekolah dulu di salah satu “Islamic Collage House” PERGURUAN HIDAYATUL ISLAMYAH (P H I) di Kuala Tungkal saya tidak Bisa menulis apa yang ada dalam Benak saya dan…. terus Terang saya sangatbangga Sekali N Massage 4 u all my brother n sister spcll all student in kuala Tungkal Mari kit belajar yang Baik dan benar dan Mari Belajar Ilmu IT POKOKE… BRAVO MY LOVING TUNGKALS

    Like

  4. uih…. gw tu ingat banget ama kluarga saya yang ada Di kuala Tungkal dan Temen-temen saya yang Masih stay di kuala Tungkal Jambie Inonesiyah….nten aku tu Bukan lah Putra Daerah namunaku Cukup Bangga dengan apa yang sudah ada (fasilitas Daerah) PASDA…..heeehee jadi ngaarang nih bartag kali ada yang pengen kenal n nambah-nambah pengalaman melalui Fhone Pls Ur contact Wth me Rioght now in no 081270002612 gw tunggu lohh tou mo kirim imel (e_mail) Bone_joker80@yahoo.com

    Like

  5. Bung Mimbar and All,

    Apa kabar, dan lagi “glidik” di mana? Trimakasih foto saya sudah nampang di i-net. Ya itulah coverall, pakaian kebesaran saya, he-he.
    Saat ini saya “narik becak” di Madura. Di sana ada pemboran eksplorasi, drilling rig dari RRC, mudlogging dari sana, lumpur bor dari sana, e-logging dari sana, DD eng dari sana, cementing dari sono, geochem dari sono… apalagi yha?
    Pokoknya modal dari RRC kembali ke RRC. Mereka itu hebat: Peralatan tidak bagus, tenaga lurang mumpuni, bahasa kacau, berani ke luar negeri. Bbrp kawan pada curhat saya karena pekerjaannya “diserobot” mereka para pendatang. Tetapi saya yha hanya kasih komentar bahwa kawan-2 dari luar ini sudah “ngantongi” ijin kerja dari pak Menteri. Mereka itu ahli semua…
    Salam hangat dari Lebakbulus.

    nb. Tolong kawan-2 yang sedang di Timteng, kirim cerita dan foto-2.

    Like

  6. pak Mimbar apa kabar baik2 kan
    saya ingi tau pak informasi utk kerja di rig itu gimana soalnya susah cari lowongan di situ,yang di internet itu harus jadi member dan mengeluarkan uang,pengalaman saya di bagian makanan/kicthen/hotel
    terimakasih atas informasinya

    Like

  7. Asslmkm wr wb

    Salam kenal buat semua, wah.. gk disangka ya, saya bisa ketemu Pak Sugeng dsini (kita sering diskusi kalau pas di Rig, kadang Pak Sugeng sering maen ke unit kita). Saya juga kadang” suka nulis tp blm pernah di post ke website”, mungkin suatu saat nanti..

    Saya pernah bekerja di salah satu Oil Service nya untuk bagian Drilling, skrg saya sudah resign dan akan mencari pengalaman di negara luar, insyaAllah lancar semua.
    Wassalam.

    BR,
    F.Pattipeiluhu

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s