Posted in atm

Ketika ATM nyonya Ana tertelan


kartu atm tertelanSaya terlalu percaya kepada iklan ATM bahwa tidak perlu membawa uang kontan sebab tidak aman. Ternyata tidak membawa uang kontanpun tidak aman. Pasalnya saat hendak mengambil uang di kota  Yogyakarta, mendadak listrik padam, dan jeglek, tanpa ba bu kartu ATM langsung ditelan sehingga beberapa jam dihabiskan untuk menunggu petugas membukakan mesin ATM.

Lain lagi dengan pengalaman ibu Ana. Di sebuah ATM bilangan jalan Susilo Grogol Jakarta Barat, tiba-tiba sang kartu tertelan, ternyata ada ibu lain sebut saja Lusi yang juga mengalami nasib sama.

Kejadiannya tercatat Rabu 11 Juni 2008. Lalu kartu ATM bisa diambil pada hari berikutnya 12 Juni 2008. Kartu yang dimiliki ibu Anna adalah kartu kilat yang dicirikan dengan kartu tanpa nama pemiliknya.

Kartu ini segera digunakan untuk membayar tagihan listrik. Namun saat ibu beranak dua ini berniat mengambil uang kontan, mendadak nomor pinnya ditolak. Daripada tertelan, ia segera membatalkan transaksinya dan melaporkan kepada petugas customer care (atau dont care).

Ketika dilakukan pengecekan ternyata ketidak beresan disebabkan kartu ibu Ana tertukar dengan kartu orang lain. Belakangan diketahui bahwa pemilik kartu yang tertukar adalah ibu Lusi (kedua orang tidak saling mengenal).

Tidak ada pihak yang dirugikan sebab setelah di transaksi dicetak, uang Saldo ibu Anna berkurang sebesar pembayaran listrik bukan Juni.

Yang jadi masalah bagaimana mungkin kartu orang lain bisa digunakan untuk membuka rekening kita. Menurut penuturan ibu Anna, dia memang melihat sang CSO sempat di kunyah-kunyah oleh sang “SUPER” – demikian CSO memanggil pengawasnya. “Jadi nggak tega kalau sudah begitu,” komentarnya.

Anda yang memiliki kartu ATM tanpa nama anda, ada baiknya segera mengurus kepemilikan dengan nama anda, kecuali anda memiliki daya ingat yang baik dalam menghapal nomor kartu anda. Atau setidaknya tulis nama jelas di belakang kartu anda agar lain kali tidak tertukar dengan milik orang lain.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s