Posted in gaya hidup, keluarga, wisata

Nikmatnya Nasi Kepul-kepul dan Sup Gurami di Warung Terapung Lido


Sebetulnya tujuan kami bukan menuju rumah makan terapung di kawasan Lido, Sukabumi, apalagi waktu masih menunjukkan jam 10:30pagi.

Namun secara misterius mobil dibelokkan juga memasuki sebuah halaman parker, lalu kami turun dan menuju ke rakit-rakit terapung.

Maksudnya mengisi perut sebelum berenang ke Taman “Forget Me Not alias Taman Angsa.”

Hampir saja uruangkan rencana mampir disini. Maklum hari masih pagi. Namun saya melihat ada pemandangan dan suasana yang diberikan oleh warung ini diluar hidangan.

Dikiri kanan banyak jaring apung dengan ikan yang dapat disaksikan karena air cukup jerih. Ingatan saya melayang saat kami menjadi pengusaha gurami.

Jam sebelas minuman pertama datang, lalu keponakan yang juga rindu akan suasana kolam ikan di Citayam mulai gatal kakinya menginjak rakit, berkecipak dengan air danau sambil mengumpulkan keong emas yang banyak menempel di rakit.

Tidak lama kemudian sang Tantenya ikutan seperti anak kecil ikutan mencari keong.

Dan pesanan pun datang pada jam 12-an, memang luar biasa nasi sebakul langsung nampak dasarnya dalam satu klasemen pertama. Bakul kedua bernasib sama mulai tandas bersama gurami goreng, sup gurami dan karedok. Tapi jangan coba order pepes ikan sebab kendati bersuasana ala hidangan Sunda ini malahan tidak menyediakan pepes.

Sambil mencari kelemahan resto terapung ini saya menggigit sate kambing. Eureka, ketemu juga daging sate yang masih liat.

Beberapa penumpang menggunakan perahu mengelilingi danau dengan tambahan biaya sebesar seratus ribu untuk satu trip.

Sambil makan kami mendengarkan penyanyi tamu (maksudnya) tamu yang datang menyanyikan lagu-lagu Karaoke dengan beat disetel secepat Keroncong Di bawah Sinar Bulan Purnama, padahal temponya ngerock ala Ahmad Dani “Karena Aku Ingin..

Pemandangan lainnya adalah salah satu karyawan yang berambut ekor kuda, lengkap dengan bedak dan eye shadow melakukan ritual sembahyang tengah hari dipinggir rakit. Sebuah nilai plus bahwa nilai spiritual masih diberi tempat di kedai ini.

Harga makanan tidak mencekik leher, ikannya segar karena baru ditangkap dan disiangi saat itu juga. Hawa dingin Lido masih segar, nasi putih terasa lebih pulen sehingga tidak ada yang perlu disesalkan sekalipun tidak bertemu dengan pepes ikan mas.

Kalau makanan tersisa berikan kepada ikan-ikan dibawah sana. Ketimun, kol, sisa nasi tidak bakal ditolak oleh kawanan Gurami dan Mujair.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

2 thoughts on “Nikmatnya Nasi Kepul-kepul dan Sup Gurami di Warung Terapung Lido

  1. salam kenal, mungkin kita ingin camping/ berkemah di suatu tempat, tentu butuh peralatan seperti tenda, sleeping bag, dll. Kami “Mr Camp”khusus merentalkan peralatan camping/ berkemah seperti tenda/ tenda dome, sleeping bag, matras spon dll.
    kami ada di tapos ciawi bogor 0251 910 8201, 0251 279 52 49, gojin 08151 9696 749. untuk lebih jelas dan lengkapnya, klika aja website kami di http://www.mrcamp.net. Thx

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s