Posted in kuliner

Tahu Gimbal van Ngayogyakarto


Tahu Gimbal Yogyakarta
Tahu Gimbal Yogyakarta

Dengan senyum manis petugas Prodia Yogya mengambil darah keponakanku.  Habis ambil darah dibutuhkan waktu dua jam untuk menunggu hasilnya.

makan siang dulu saja pak, didepan sana ada Tahu Gimbal barangkali bapak mau coba..,” kata mbak Prodia berpromosi. Saya senang mendengarnya, sekalipun profesinya petugas kesehatan namun ia tak lupa mempromosikan wisata kuliner.

Mustinya keponakan ini berlibur, nyatanya virus demam berdarah menghantui mereka sekeluarga. Ya sudah bergantian jam saja mulai Ayah, Ibu dan anak mulai merasa lemas dan suhu badannya meninggi sampai hanya tergolek di hotel.

Tapi mendengar Tahu Gimbal, saya jadi bernafsu melihat pembelinya pasangan muda mudi seperti tak habis-habisnya berdatangan di gerobak tahu Gimbal ini. Setahu saya Gimbal berasal dari Semarangan, namun saya baru mendenar nama ini saat di Yogya.

Maka Tahu goreng dengan bumbu kacang dan telur goreng, segera saya santap. Soal gimbal (udang goreng tepung) saya tidak sempat memperhatikannya lagi.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s