Posted in taxi

Operator Taxi Sontoloyo


Lantaran pagi-pagi harus terburu-buru menghadiri penjelasan lelang alias aanwijzing di sebuah perusahaan yang mengambil bagian pengeboran di Jawa Timur maka saya memutuskan menggunakan Taksi -kesayangan- saya.

Aanwijzing pekerjaan mudlogging akan diselenggarakan di lantai lima gedung Patra Office utnuk sebuah pekerjaan di kawasan Tuban, Jawa Timur. Cuma waktunya itu lho jam 10:00 kalau tepat waktu – dan biasanya molor sukolor. Kalau sudah molor, akan ada problem baru dimana para peserta gelisah lantaran akan salat Jumatan, akibatnya konsentrasi terganggu dan aanwijzing tidak maksimal hasilnya. Herannya kesalahan demikian tetap saja berulang dan berulang.

Dengan rapat penjelasan yang diberlakukannya saat Three In One, apalagi ini hari Jumat menjelang hari libur panjang menyambut kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 63, maka akan ada hari libur mulai Sabtu, Minggu dan Senin yang panjang bukan kepalang.

Kamis 14/8/08 sekitar jam sembilan malam (lebih sedikit) saya menilpun pangkalan taxi yang berpangkal di kawasan JatiKramat, dengan tilpun kepala delapan dan empat. Diterima suara ramah maka sayapun mengutarakan hajat ingin menggunakan taxi, jam 08:00 hari Jumat Pagi.

Saya tidak perduli akan berita koran bahwa koran Warta Kota (kesayangan saya) pada 11 Agustus 2008 menulis masalah perampokan atas korban Siti Solihat di kawasn Menteng Pulo, Setiabudi pada Jumat 8 Agustus 2008…”

Pikir masih ada waktu dua jam, bisalah menikmati segelas Cappucino di lantai satu Gedung Patra Office yang terletak di jalan GatotSubroto (dan selalu keliru ucap Jalan Sudirman). Sekalian uji silang warung yang dipromosikan Mira TJ di situs Wikimu.com.

Uniknya sekalipun sudah lebih setahun kerap menggunakan Taksi yang sama tak urung kepada petugas operator tilpun saya harus menjelaskan TKP rumah saya, setiap kali, ya setiap kali.

Beda dengan warung Bakmi Vilani Jatikramat yang berlokasi didepan pool taxi tersebut, begitu mendengar nama disebut, langsung “Oh No 73 ya, kami tahu itu…”

Maka dengan sabar saya mengarahkan operator taxi, mulai keluar dari pangkalan Taxi (disini saya melihat ada taxi warna biru bertuliskan EXPRESS), belok kiri, lima ratus meter ada sebuah gang kecil didepan pelang jamu Sumber Urip – dan 150meter masuk jalan tanah, dengan nomor seperti penjual Bakpia Yogya (73).

Saya dengar suara kertas bergesek pertanda operator menulis srak,srek informasi yang saya sampaikan.

Jam delapan lebih dikit tidak ada tanda-tanda taxi akan datang sehingga saya putuskan menilpun nomor sakti untuk taksi kesayangan saya.

Betapa kagetnya seperti Roger mendengar di media massa bahwa Sheila ternyata pengagum aplikasi Shabu-shabu ketika operator nama saya tidak ada dalam daftar pesanan.

Lalu saya jelaskan sekali lagi, jam saya menilpun, dan dia masih ngeles, “jangan-jangan bapak minta taxi untuk jam 8:00 pagi besok (maksudnya Sabtu)” – Jangan-jangan saya bicara dengan pelawak Sontoloyo.

Lalu ketimbang berdebat, saya bilang ya sudah anggap saya salah, “sekarang bisa kirim taxi ke alamat saya.” Saya pikir hanya memerlukan lima menit untuk taxi menuju rumah saya.

Kali ini saya shok seperti anggota DPR disadap anak buah Antasari. Tapi ndak pakai teriak-teriak bak kesetanan di gedung DPR lho pasalnya dengan cepat operator tilpun pada saat itu Jumat jam 08:00 lebih dikit langsung menjawab “maaf semua taksi keluar pool, sudah ya….” lalu klekek, tilpun ditaruh secara keji.

Lalu saya kirim pembantu kami untuk kejalan Kodau dan hanya beberapa menit ia sudah kembali dengan taksi Express yang belakangan saya tahu dikemudikan pak Harun.

Saya baru keluar pangkalan(G) pak, waktu saya lihat mbaknya berlarian ke pool kami. Ada 25 armada menunggu pelanggan…,” tukas pak Burhan yang mengaku mengkredit mobil harus lunas dalam 5 tahun sehingga apapun saya lakukan “kepala jadi kaki, pundak jadi kaki kembali ke lutut dan pundak..

Pak Harun gusar mendengar tindakan konyol teman-temannya. “Akan saya laporkan sekembali ke pool.”

Saya berjanji kepada pak Harun ntuk menulis surat ke alamat Gedung Rajawali Kuningan c/o PT Taxi Express mengenai insiden(g) 15Agustus 2008 jam 08 biar sontoloyo yang menerima suara nyempreng saya pada 14/8/08 Kamis 21:00 kurang dikit dan 15/8/08 Jumat 08:00 lewat dikit mendapat peringatan.

Rupanya kita masih belum merdeka dari cara kerja asal-asalan dan tidak melihat resiko yang diakibatkannya.

Semoga Customer Care Manager – Ratna Tanubrata tidak buru-buru menepis “tuduhan” saya dengan mengatakan bahwa saya hanya mengeluh sepihak lantas ganti menuduh saya merugikan reputasi Express Taxi.

Komentar tambahan: Keluhan ini dimuat dalam Warta Kota edisi 26 Agustus 2008 – Lalu pada hari yang sama sekitar pukul 17:15 saya ditilpun oleh seseorang yang mengaku Ratna dari Taxi Express untuk menyampaikan maaf atas perlakuan yang saya terima. Lalu menganjurkan agar lain kali jangan menilpun pul taxi (849 sekian sekian) sebab selain masih manual, belum memiliki database maka nantinya akan kesulitan melakukan pelacakan. Solusi lain menurut Ratna – petugas di pul taxi diwajibkan menggiring penilpun untuk menilpun ke bagian Trafik yang biasanya tertera di badan taxi.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

One thought on “Operator Taxi Sontoloyo

  1. Tanggapan Express Group

    TERKAIT dengan suara warga tertanggal 26 Agustus 2008 tentang ”Pool Taksi Express yang Sontoloyo”, bersama surat ini kami telah menghubungi pelanggan dan memohon maaf atas insiden yang dialami oleh beliau. Hal ini menjadi masukan yang berarti bagi Express Group untuk selalu memperbaiki diri ke depan.

    Kami sudah menghubungi langsung Bapak Mimbar dan sudah ada saling pengertian atas masalah tersebut.

    Apabila ada keluhan atau keperluan pemesanan taksi dari pembaca lainnya, silakan menghubungi call center 24 jam kami di nomor 57990707. Kami pun sudah menambah line kami di nomor telepon 30060700 untuk kenyamanan para pelanggan setia.

    Ratna Tanubrata
    Customer Care Manager Express Group

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s