Posted in oil rig

BLACK BOX dalam mudlogging


Rig Batubara Australia di suatu pagi 2005
Rig Batubara Australia di suatu pagi 2005

Kasus menghebohkan rekaman percakapan pilot dan copilot Adam Air yang memicu kontroversial mengingatkan saya selama ini mudlogging juga memiliki rekaman ala blackbox penerbangan. Bedanya rekaman ini berujut file dalam hardisk dan bisa dibaca oleh siapa saja dengan satuan (unit) pengukuran baku yaitu SI.  SI atau Systeme Internationale adalah satuan yang dipakai dalam dunia Sains misalnya satuan panjang adalah meter, satuan berat adalah kilogram. Mirip dengan satuan yang kita kenal.

Begitu komputer mudlogging dihidupkan, saya bicara mudlogging perusahaan kami, maka secara otomatis akan dibuatkan sebuah file dengan nama tanggal dan extension DAT – file ini mencatat seluruh parameter pengeboran setiap lima detik.

Setiap tengah malam, file akan ditutup (tidak diupdate atau diperbaharui datanya)  lalu file lain dibuat dengan nama hari dan tanggal yang baru. Besarnya file perhari sekitar 6MB.

Tidak banyak orang yang perduli akan keberadaan file ini. Namun saat “ada gangguan pengeboran atau drilling problem” – maka saya menjadi orang paling populer di Rig. Pasalnya mulai pengawas bor (Tool Pusher) yang belum tentu setahun sekali datang ke kabin kami, wellsite geologist, company man sampai setiap orang rig seperti kepingin tahu, kesalahan apa yang terjadi operasi berlangsung.

Gangguan bisa terjadi kapan saja.  Tidak hanya saat pengeboran berlangsung. Bisa jadi production testing, cementing, saat logging dimana mudlogger sedikit longgar matanya menganggap “everything okay” – maka saat itu bahaya mengancam.

File ini kami namakan data five-seconds dan data ten-seconds tetap tekun menjalankan tugasnya memonitoring data pengeboran. Untuk mempermudah pelanggan, biasanya data presentasi sudah kami konversikan ke spreadsheet sehingga tinggal pilih data yang akan diplot terhadap waktu.

Setiap pagi file di mampatkan dan dikirmkan ke Client.

Tidak setiap mudlogging melengkapi dirinya dengan data remeh-temeh namun berguna ini. Orang terbiasa melihat mudlogging sebagai faktor yang bisa dinomor duakan soal kualitas. Yang penting murah sekalipun mengabaikan kualitas dan lebih penting lagi keselamatan yang ironisnya selalu digembar-gemborkan setiap saat. Kadang dalam pembicaraan sehari-hari ungkapan “kalau bisa dapat gajah (besar) dengan umpan kacang (kecil), mengapa tidak?

Baru kalau ada kejadian tak diinginkan, orang pada opyak mencari informasi untuk acuan. Atau kalau anda jeli membaca bencana pengeboran, ada beberapa hal sepele yang dilewatkan karena urusan “hemat biaya..”

Kalau sudah begini pepatah “Umpan Kacang dapatkan Gajah menjadi Umpan Kacang yang datang Monyet.”

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

One thought on “BLACK BOX dalam mudlogging

  1. He..he…he…jadi ada laporan “human error” berdasarkan black box ya? Kalau kasus si Lusi alias lumpur Lapindo itu juga pakai black box nggak?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s