Posted in oil rig

Mudlogging di Pengeboran Batubara


Batubara bukannya diambil seperti dalam filem-filem orang bikin terowongan, lalu dibawah terowongan dibuat jalur kereta api, dan batubara diangkut kepermukaan melalui kereta bawah tanah. Tetapi batubara yang kami maksudkan disini dibor dengan perkakas bor untuk perminyakan, lalu gas metana yang dikandung dalam lapisan batubara diambil orang dan dijual untuk pabrik pupuk, tanur besi dan pelbagai keperluan.

Mudlogging "Advantage" di Australia
Mudlogging

Februari 2005 saya bertugas di kawasan “Injune” – sebuah daerah peternakan sapi Australia sekalipun saat itu musim kemarau.  Karena pengeboran didarat umumnya lebih sederhana., Kabin kami yang dinamakan kabin No 888 ini dengan tulisan ADVANTAGE adalah merek dagang kami. Kabin ini dibuat secara khusus, dilakukan pengujian-pengujian dan sertifikasi setiap tahunnya.

DI pojok kanan bawah ada “lubang anjing” – tujuannya manakala dalam keadaan darurat untuk meloloskan diri. Siapa tahu pintu masuk dari depan terkunci atau terhalang benda.  Disebelah kiri kabin ada tabung berwarna merah.

Mudlogger Menghadapi Tiga Komputer ADVANTAGE
Mudlogger Menghadapi Tiga Komputer ADVANTAGE

Tabung ini berisikan gas Hydrogen, sebuah cadangan untuk keperluan pembakaran gas kami. Bedanya gas kami bakar dalam skala amat kecil lalu reaksi pembakaran diamati dan dianalisa menghasilkan kurva seperti “Total Gas,%”, gas metana (ppm), etana (ppm), propana(ppm), butana (ppm) pentana. Kalau sudah berpengalaman, hanya dengan melihat komposisi antara gas-gas tersebut orang bisa menentukan batas gas dengan air secara sepintas sehingga membuat perusahaan penyewa mudlogging mampu menghemat pengeluaran biaya untuk pengukuran mahal.

Gambar disini nampak Joe Bardelosa menghadapi komputer sehingga dikira pekerjaan mudlogger cuma duduk dalam kabin sambil menthelengi (memelototi) komputer. Padahal sebelumnya dia babak belum mengantongi contoh batuan untuk diperiksa dan dikeringkan.

Untuk mencatat, memeriksa (logging) kami membutuhkan sensor yang dipasang sekitar dan pada Rig pengeboran. Karena yang diukur adalah parameter di permukaan sehingga nama MudLogging perlahan menjadi nama generik SLS (Surface Logging System). Alat yang mencerjemahkan bahasa sensor (4-20mA) ke bahasa digital yang dimengerti oleh PC, namanya Data Acquisition System.

Advantage - Data Acquisition
Advantage - Data Acquisition

Pada gambar ini saya perlihatkan sebuah Data Acquisition System sederhana. Disebelah kanan kotak ada puluhan kabel (sensor) yang memang langsung dari Rig.

Kabel ini berakhir pada modul-modul khusus yang berwarna hijau. Data dioleh oleh modul kami namakan RPI, sambil merem melek kelihatan lampunya hidup mati terus menerus. Selesai diolah pabrik RPI, hasil olahannya dipindahkan ke komputer melalui kabel network masuk ke sebuah modul namanya  ADAM (paling bawah, bentuknya oval berwarna biru).

Dari ADAM, data dicolokkan ke Network Switch dan sampai sini tugas pemantauan data sudah diambil alih oleh software buatan kami sendiri namanya Advantage. Karena nama unit ini secara keseluruhan dinamakan RPI (Remote Processing Interface), maka program yang mengaktipkannya dinamakan RPIFeed.com

Kalau anda perhatikan seksama maka dari ADAM akan ngelewer sebuah kabel berwarna biru benhur, itulah kabel Network yang akan masuk ke Network Switch.

Jaman dulu, pembuatan sistem seperti ini tidak mudah sebab Mudlogging bukan industri massal sehingga setiap peralatan elektronik adalah hasil modifikasi alat kedokteran, alat komunikasi. Namun sekarang semua peralatan listrik tinggal pesan ke pabrik. Selesai. Kalau lain kali barangnya sudah kadaluwarsa, tinggal diupgrade sesuai dengan spesifikasi kita.

Karena sederhananya sistem, maka tak heran banyak pihak terjun ke bisnis mudlogging, di Indonesia saja tak kurang ada sepuluh mudlogging beroperasi. Seperti bisnis apa saja, kalau pemainnya banyak maka tibalah saatnya untuk banting membanting harga. Dan membanting tulang pekerjanya (mudlogger) tetapi memeras gajihnya (mudlogger). Kalau sudah banting-bantingan, maka yang amat menikmati adalah perusahaan minyak yang kaya-kaya.

Crew mudlogging dalam seragam orange dan mudengineer kebetulan bekas mudlogger
Crew mudlogging dalam seragam orange dan mudengineer kebetulan bekas mudlogger

Maka kalau anda pernah mengikuti lelang mudlogging, para petugas procurement amat ikhlas dan bangga mengucapkan kata bertuah mereka : “The Lowest is The Winner..” – maksudnya yang menawarkan paling murah adalah pemenang. Padahal mereka bekerja pada sumur-sumur yang rawan bahaya, seperti yang anda sering dengar. Tragisnya, bencana akibat menggunakan mudlogging termurah (kapan bisa berkualitet tinggi) – lebih menggiurkan ketimbang resiko yang ditimbulkan. Maka tak heran ketika sebuah bencana terjadi, lalu “black box mudlogger” dicek ternyata banyak informasi yang tak bercerita apa-apa alias rusak.

Selama bencana belum terjadi, teori the lowest in the winner memang “glek-glek nyem” – tetapi intaian bencana selalu tarik ulur.

Kadang berdasarkan pengalaman saya sering “menasehati” teman dari procurement. Jawabnya “kalau sama-sama sampai tujuan, mengapa harus pakai Mercy kalau bisa pakai Bajaj..” – padahal tak jarang sebuah proyek tertunda gara-gara kontraktor mudlogging yang kurang kompeten ternyata menjual janji dan brosur, bukan realitas.

Tapi ya itu tadi, kalau masih kuantitas yang diperlukan. Mau bilang apa. Semoga bukan Banjar Panji edisi lain yang terbit.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

2 thoughts on “Mudlogging di Pengeboran Batubara

  1. Fotonya benar-benar menggambarkan multicultural dialogue, sayang baru naik…kalau tidak mungkin saya sudah izin pakai untuk posting di blog…he…he…he…

    Like

  2. Saya suka cara penyampaian materinya (bahasa sangat menarik), sehingga dengan senang hati saya membaca dan bisa mengerti maksudnya,.
    Thanks

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s