Posted in adik, adopsi, agama, anak, gaya hidup

Bukan Cucu Saya


Satrio dan Rani
Satrio dan Rani

Bocah cilik yang digendong Satrio anak saya ini bukan cucu kami. Namun Satrio sayangnya bukan alang kepalang kepada Rani nama anak ini. Ceritanya – ada beberapa hari Satrio yang memang tinggal dengan  Kakek dan Neneknya selalu tidur diluar alias tidak pulang ke rumah. Terang saja sang Kakek dan Neneknya gelisah bukan alang kepalang.

Pasalnya Satrio tinggal dengan Nenek dan Kakeknya di Grogol. Sebagaiamana layaknya kakek dan nenek akan menjadi cerewet bilamana anak saya Satrio tidak kelhatan batang hidungnya barang sejam saja.

Belakangan, baru kami tahu bahwa ia berada di rumah sakit menemani istri teman karibnya melahirkan. Bukan cuma menunggu saja, ia bahkan rela membongkar kocek di ATM-nya untuk sekedar meringankan beban keuangan temannya.

Saya terharu sebab ketika orang lain selalu menepis rasa empati dengan kata-kata “emang gue pikirin” elu yang enak giliran punya anak  – orang lain yang diajak (susah).  Ternyata Satrio masih tersentuh nuraninya dan rela uang jajannya berkurang.  Seperti mengerti bahwa ada orang yang menyayanginya, Rani pun sangat sayang kepada  Satrio, bilamana ia ketemu anak saya, selalu muka anak saya dielus-elus sambil bilang “Iyok..Iyok.. kamu Kempo ya..” – Maksudnya Satriyo-kamu akan latihan Kempo ya. Manakala bertemu saya – Rani nampak malu-malu. Biasanya senyumnya terlukis kalau saya menyebut  Opa Satriyo.

Mudah-mudahan Indonesia banyak menyimpan stok anak macam anak saya ini. Atau Satriyo merindukan saya punya cucu?

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

2 thoughts on “Bukan Cucu Saya

  1. Anda seorang satrio betul kalau masih punya semangat dan cinta nguri nguri patuladan piyayi sepuh. jangan tergiyur majunya jaman. Kasihani orang orang yang merintih di sekitar anda. Mohon kehadirat Allah SWt, agar diberikan kesehatan, rezeki yang halal-turah jangan lupa sholat malam dan zikir .untuk orang orang yang sedang menanti kepyuran rezeki anda. Tetap berjiwa berhati biso nyawang barang sing beik lan sing olo,mengabdikan diri tidak untuk cari pamrih pribadi, biyar dicintai orang banyak, didoakan besok kepilih lagi. Jangan lupa kepada cintanya orang tua terhadap anaknya,untuk selalu berusaha mikul duwur mendem jero obote wong tuwa nggedekake anak, minterake anak.Tabah jangan tergoda gebyare bondo donyo. Yen golek rezeki ojo kliwat ukuran, cukup kanggo nyukupi anak bojo sabendinane. eling biyen kepiye rasane dadi uwong urip dadi uwong ora duwe, yen kepingin ngrasakake panganan enak enak mung ngiler. anda sama dengan eyang dadi wong urip sing uripe serba susah, eyang sampai sekarang belum bisa jadi seperti anda, tapi teguh iman, patuh melaksanakan perintah Allah Swt., ngadang adang welasehe wong liwat. Wis samene disik lah, banyu moto marahi mbanjiri kloso bedah. salam eyang kadem panjenengan sing wis mulai biso linggih korsi empuk. doa pangestu soko awang awag. eyang rosa.mugo mugo urip soyo gawe penake won cilik sing lagi linggih dingklik oglak aglik,mondok gubuk disio sio, telak bayar sewan di usir sing duwe omah. Wassalammu; alaikum Wr. Wb.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s