Posted in gaya hidup

Bobot – Bibit – Bebet dan Besek


Nasehat bagi para gadis yang masih mencari jodoh. Berhati-hati dalam mendatangi perayaan entah acara keluarga, acara keagamaan yang berkaitan dengan hidangan.  Apalagi yang punya hobi membawa pulang penganan dengan alasan “buat orang dirumah” – Salah-salah jodoh didepan mata bakalan melayang hanya gara-gara soal tas kresek.

Bobot, Bibit, Bebek sudah lama dikenal masyarakat kita terutama Jawa dalam memilih menantu.  Pengejawantahannya banyak artis melakukan pdkt dengan anak pejabat. Paling tidak kalau terkena perkara pidana, sang koneksi bisa diminta bantuan agar mendapatkan fasilitas agar meringankan perkara.

Namun apa urusannya dengan Besek. Sebuah kotak terbuat dari anyaman bambu yang biasanya digunakan untuk membawa nasi beserta lauk pauknya. Jauh sebelum dikenal kotak kardus seperti sekarang.

Soal besek ini pula yang bisa mengakibatkan niat untuk mengangkat menantu dikubur jauh-jauh dan dalam.

Alkisah sebuah keluarga memiliki salah satu anak lelaki yang cukup dewasa. Dalam komunitas keagamaan yang sering dilakukan dirumah keluarga ini, tampaklah seorang gadis cantik yang rajin mengikuti acara keagamaan dan nyaris tidak pernah absen, apalagi sigadis sudah bekerja pada pada sebuah perusahaan swasta. Klop sudah pendeknya keluarga jatuh hati untuk menjadikannya menantu.

Tapi eiiit nanti dulu…

Diam-diam ada tim relawan yang mengadakan “Fit and Proper Test,” Ada bisik-bisik tak sedap bahwa gadis berkulit cerah dengan kacamata minus ini punya kebiasaan kurang “sedap.”

Saat acara hidangan dikeluarkan pihak tuan rumah, tanpa sepengetahuan orang lain diam-diam ia mengheluarkan tas plastik yang dibawa dari rumahnya. Dalam hitungan menit, sayur, kuah, perkedel, ayam goreng bakalan pindah kedalam keranjangnya untuk dibawa pulang.  Datang tampak tas, pulang tampak bak bandar ikan Lohan lepas belanja bayi ikan mas.

Entah malu akan bisik-bisik tetangga, saya dengar pilihan yang semula “kenceng bertiup” ini perlahan melemah dan tali jodoh terputus. Untungnya si gadis “pembawa bongsang” tidak menyadari hal tersebut.

Kalau gadis ini kelak berumur panjang, lalu pikun, bisa jadi kelakuannya seperti seorang nenek di Palembang. Nenek ini juga memiliki kebiasaan membawa tas plastik dalam acara pengajian. Saat memulai aksinya ia akan berkata seakan-akan kepada salah satu hadirin maya “Kau Galak?” – maksudnya adalah kamu mau (saya ambilkan). Galak dalam bahasa Palembang =ingin,mau

Lalu ia berpura menengadahkan kepalanya seakan melihat seseorang dibelakang sana sambil menawarkan jasa “Aiii…Kau Galak Jugo..” artinya “kamu mau juga (saya ambilkan makanan). Padahal tak seorangpun yang merasa diajak bicara olehnya.

Maka dalam tas plastiknya akan didapat berkaleng minuman ringan, makanan, kuwe  dengan alasan “membawakan titipan teman virtual.”

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

3 thoughts on “Bobot – Bibit – Bebet dan Besek

  1. Mas Moenajad, terimakasih. Agak malu juga pria macam saya ngurusin masalah besak dan isinya. Tapi memang kejadiannya nyata benar sih.

    Like

  2. Ha ha ha.lucu bgt.aq mpe ttwa sndri bc critanya.tp emg bnr,kdg2 tnpa2 qt sadari cinta&jdoh tu dtg&tmbuh dr hal2 y tmpaknya sderhana&sepele.nmun srg qt jg mlupakn bhwa kdang ad beberapa hal y tmpknya remeh mjadikan terlepasnya.so waspadalah!!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s