Posted in gaya hidup

4848


Seorang kerabat hendak bepergian dari  Jakarta ke Bandung dengan menggunakan alat transportasi mobil. Lalu saya menawarkan taxi 4848 karena sejak kecil saya hanya mengenal satu taxi yang dimiliki H. Irawan Sarpingi yang dibangunnya sejak 1959.

“Taxinya pada tua-tua, mobilnya kurang modis, dan lebih mahal…” begitu alasan mereka. Mudah-mudahan mereka tidak membayangkan mobil sedan Holden jaman “tahun jebot” – yang hanya bisa diisi dua penumpang dibelakang, satu penumpang disampir pak Supir.

Saya yang tidak banyak mengerti masalah transportasi Bandung hanya manggut-manggut. Lantas bagaimana cerita taxi 4848 yang dulu mangkal di jalan Asia Afrika, Bandung dengan nomor tilpun 4848 yang mudah diingat itu. Lalu kerabat menyebut taxi 4848 yang saat itu mematok 75ribu per trip, bila dibandingkan Taxi “menjamur” lainnya yang 60ribu rupiah. Bedanya taxi 4848 ditawarkan mengantar pelanggan “pintu ke pintu” sementara taxi menjamur hanya didrop di pusat pelayanan mereka.

“justru karena melayani penumpang sampai didepan moncong bel rumahnya, maka naik Taxi 4848 jauh lebih lama,” kilah kerabat ini.

Namanya bisnis penuh persaingan, apalagi sejak Tol Cipularang dibuka, maka perlahan ingatan saya akan taxi legendaris bermerek Holden tak terpisahkan dari sebutan kota Bandung, mulai terceraikan, apalagi anak-anak sekarang yang selalu ingin mencoba yang lain.

Lalu menguping teman sekantor yang hari itu akan berangkat ke Bandung menghadiri sebuah acara di Jati Nangor. Mereka menilpun perusahaan taxi, yang bukan saya sebutkan namanya. Namun pilihan sekarang adalah model kendaraan Taxi. Rupanya menurut pelanggan ini “ada taxi yang jenisnya rawan kecelakaan,” kata cewek bergigi besi yang mengambil program lanjutan dijurusan Fisika ini.

“Saya harus cermat menitik jam keberangkatan “model” taxi yang saya anggap aman. ” Kata gadis asal Pakanbaru ini.

Pemilihan barang bagi gadis yang bekerja di Perminyakan ini bukan pada harga, melainkan keselamatan.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s