Posted in gaya hidup, keluarga

Sate Kambing dan Tongseng tanpa Lemak


Sate Tegal 1 Kilometer dari Pintu Tol Jatiwarna ke arah Kranggan
Sate Tegal 1 Kilometer dari Pintu Tol Jatiwarna ke arah Kranggan

Sering makan sate kan? – potongan daging empuk segar yang ditusuk bilah bambu, lidi atau malahan pakai jari-jari sepeda.

Sate sering disamaratakan sama rasakan dengan makanan pendongkrak energy ranjang sehingga tak jarang lemak terlibat didalamnya. Tentu kurang sreg bagi pengidap level kolesterol yang tinggi.

Tetapi misalnya ada tawaran berupa Tongseng atawa Sate Kambing dengan diskon lemak, boleh juga di coba.

Tusukan sate seperti fardhu hukumnya untuk disisipi potongan gajih yang berwarna putih.  Manakala sate dibakar di atas arang membara, lemak akan meleleh menimbulkan aroma sedap sekaligus melunakkan daging sehingga empuk dan meleleh didalam mulut.

Tapi mohon maaf jelas tuntas, gara-gara sang gajih maka kadar kolesterol anda bisa terdongkrak naik.

Cara bakar sate yang spesial
Cara bakar sate yang spesial

Untuk itulah pak Man di jalan Kranggan menemukan cara membakar sate yang empuk, namun tanpa lemak. Itulah rahasianya.

Saya buktikan membawa mertua saya yang giginya sudah palsu semua sehingga, praktis hanya Bakmi GM adalahmakanan yang digemarinya.

Ternyata kakek berusia 80tahun ini, sigap menghabiskan sate satu porsi.

Tongseng dan Sup kambing empuk tanpa lemak
Tongseng dan Sup kambing empuk tanpa lemak

Memasang plang nama Pak Man Sate Tegal – lokasi warung sederhana ini hanya satu kilometer dari pintu tol Jatiwarna, jalan Kranggan Bekasi – Jawa Barat.

Mudah mencapainya, apalagi jalan kesana sebagian sudah ditambal sulam setidaknya saat tulisan ini kami naikkan.

Para ibu-ibu senam menjadikan kedai sederhana ini sebagai tempat kumpul-kumpul mereka. “Lemak yang dibakar saat senam tidak kembali lagi mengumpul di perut.” – ini tentunya perlu dipertanyakan keshahihannya. Maklum para ibu-ibu, setiap bubaran senam bergerombol mencari tempat jajan yang enak, ditambah minumnya selalu jus atau Teh botol manis.

“Palagi (tanpa a) harganya standar punya!” – kata seorang ibu yang lain lagi.

Sate Kambing Empuk, tanpa gajih.
Sate Kambing Empuk, tanpa gajih.

Bukan itu saja penggemar sate ayam, tongseng, bahkan sup buntut bisa menikmati masakan pak Man ini.

Apalagi pak Man juga amat memperhatikan cara memasak nasi putih sehingga tetap pulen dan cocok untuk teman makan hidangannya.

Waktu kami kesana, sate ayam tinggal tujuh tusuk, dan untuk itu kami dihargai 8,5ribu rupiah.

Sebagai gambaran 50tusuk sate kambing putus harga Rp. 85ribu, dua porsi sop buntut 36ribu, 3 porsi tongseng kambing – 24ribu.  Nasi putih cuma 2500/porsi. Apalagi nasi putih pulen bukan hasil sim salabim beras Super Toy HL-2 van Grabag Purworejo yang dimasak oleh api dari blue energy van DS, sama sekali bukan.

Kami pernah datang beberapa hari setelah Hari Raya. Mula-mula pak Man ikut melayani kami. Saat kami tinggalkan warung tersebut ternyata pak Man sudah menunggu disebuah sudut gerai penjualan pulsa hp. Ternyata menyadari bahwa kendaraan kami tidak bisa parkir di areal yang disediakan lantaran jalanan sedang diperbaiki, pak Man kuatir akan keselamatan mobil kami sehingga ia rela jadi tukang parkir sementara.

Pak Man pastinya tidak pernah membaca kisah Howard Schultz pemilik Starbuck yang suatu malam musim salju menikmati Sushi di sebuah tempat di Jepang. Saat dia selesai dengan makan malamnya dan ingin mengucapkan terimakasih atas makan malam yang istimewa ternyata pemiliknya sudah tidak berada di tempat.  Ternyata ia sedang menunggu Howard sambil membukakan pintunya ditengah deru angin dan dinginnya salju.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

3 thoughts on “Sate Kambing dan Tongseng tanpa Lemak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s