Posted in australiana, gaya hidup, keluarga

Dua Janda Hebat


Jangan berpendapat buruk dulu, mentang-mentang judulnya Janda. Sebuah konotasi yang selalu menjadi bahan lecehan kita. Sebut saja Bunga nama perempuan hebat ini. Bisa bermain Piano, Organ, anggota grup paduan suara, mampu mengajar Bahasa Inggris.

Bahkan ia pernah menjadi Kepala Cabang sebuah bank ternama. Wajah manisnya kalau didekati terutama bagian tangannya, bahkan konon bahunya (ups), maka anda akan melihat parut-parut bekas sayatan pisau rupanya sang suami yang pemarah doyan menyakitinya. Sang suami yang ditresnaninya malahan berusaha membunuhnya sebelum akhirnya rumah tangga mereka bubar jalan.

Setelah ditinggal kabur sang suami, Bungapun menghidupi dua anak perempuannya dengan berkerja sebagai pembantu toko. Bedanya dengan penjaga toko lain yang lebih baik tidur siang dibawah tumpukan triplex dan semen maka sebaliknya  janda yang doyan ngemil ini, mengisi waktu luangnya dengan membaca novel atau majalah apa saja. Persis Asrul dalam Mencari Pintu Tuhan besutan Dedi Miswar, Ia seperti selalu kelaparan ilmu.

Lapar bacaannya bermanfaat. Ia kini menambah koceknya dengan mengajar bahasa Inggris dan Piano. Salah satu anak gadisnya nampak mewarisi otak ibu, cerdas sekalipun seringkali ketus. 

Tapi jangan bicara soal resep dapur, ia bakalan terguncang menahan tertawa. “Aku bisanya makan…” – dan cita-citanya menurunkan berat badan tanpa harus olah raga. Ya mimpi kali yeee.

Janda yang kedua berkulit gelap, tetapi bodynya masih semlohei nampak kalau ia menggunakan celana jin ketat. Nenek dengan dua cucu ini memang lengkap ilmunya, ia pernah menjadi atlit tae kwon do, instruktur senam (tahu dong postur rata-rata guru olah raga ini), bekerja apa saja bisa dan terakhir menjadi supervisor perusahaan yang bergerak di bidang asuransi.

Ketika melakukan pendekatan kepada calon pelanggan, caranya berbicara, cara menghitung biaya yang harus dikeluarkan, sudah tak diragukan lagi. Pernah ia masuk sebuah institut keuangan, persayaratan utamanya minimal S1, padahal tiga De pun ia tak punya. Maklum perempuan bersuara merdu ini mengandalkan kemampuan autodikdak. Tetapi dia tidak akalah akal, didepan team penguji dia keluarkan semua kebiasaannya, pengalamannya. “Selama ini saya jadi koordinator lapangan, apa belum meyakinkan?” – Dan dia diterima, langsung sebagai supervisor.

Keluarga kami amat bergantung kepada keahliannya. Tanyakan saja tukang urut, tukang ini dan itu, maka perempuan yang kita sebut saja “Tata” ini seperti sumur informasi yang tak kering-keringnya.

Nilai plus yang perlu ditambahkan empati sosialnya tinggi, kendati hidupnya empot-empotan senin kemis. Ia juga salah satu perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga. Tapi seperti mbak Melati, maka Tata juga bakalan ngekek kalau ditanya kepandaiannya dalam olah bumbu.

“Yang itu saya bego banget…”

Jangan mengambil analogi bahwa wanita tak pandai memasak bakalan di-KDRT oleh pasangannya. Ini cuma kebetulan lho.

Yang jelas keduanya memang menjadi orang dekat keluarga kami. Sampai-sampai saya bertanya-tanya, seharusnya dengan kepandaiannya, mereka patut mendapatkan imbalan materi yang memadai, bukan seperti sekarang ini.

Ada hari ibu, mengapa tidak ada hari Janda

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

2 thoughts on “Dua Janda Hebat

  1. la wong bisa karate kok mau2nya jadi korban kdrt, kok yo ndak mbales .. kalo saya logis aja, cinta memang saya cinya sama pasangan saya, tapi kalo sampe ‘diuthik’ yo saya bales wong saya juga bisa tae kwon do meski belum khatam sampe sabuk item

    Like

  2. Menurut kepercayaan mereka justru itu adalah Salib yang harus ditanggung sebagai “tiket ke surga” lha kepriben ini. Kalau sudah masuk jalur kepercayaan ya saya, hanya mencatat saja bisanya.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s