Posted in gaya hidup

Pilih LowBat atau Hazzard


Baterey Jumper - baru tahu yang negatip ditempelkan ke chasis mobil mogok
Baterey Jumper - baru tahu yang negatip ditempelkan ke chasis mobil mogok

Ini memang aksi bau terasi. Semula saya mengecam para pengendara mobil yang “demen banget” menyalakan lampu hazzard (klap kelip kuning) manakala hujan lebat, konvoi, atau memasuki terowongan. Alasannya kalau pakai lampu hazard yang mirip orang bingung menentukan mana tangan kanan dan kiri, praktis kalau sang pengemudi akan membelokkan kendaraannya, kita-kita ini yang dibelakangnya hanya berdoa “mudah-mudahan tepat menebak” – atau maksudnya jJangan mencoba menyalip kendaraan yang sedang bergaya “duke of hazzard edisi lambreta.”

Sejak mendapat pencerahan mengenai mengemudi di negara lain, maka “nilai anti hazzard” tersebut saya sedot masuk gua gharba sehingga muncul keputusan bahwa kalau keadaan berbahaya, berkabut, atau masuk terowongan saya hanya menyalakan lampu besar layaknya kalau mengemudi di malam hari.

Pengetahuan ini nampaknya banyak tersalurkan dengan kian seringnya hujan membasahi Ibukota (Bekasi juga). Rasanya (dalam hati) gagah betul bisa menganut sikap tidak “anut grubyuk” alias tidak ikut-ikutan.

Jam Lima Theng, saya berniat pulang kantor. Di depan kendaraan, alarm pengunci pintu saya ceklik, namun kendaraan sepertinya “budek” dan mokong (melawan) kehendak tuannya. Berkali-kali saya ceklak-ceklik sampai saya sadar bahwa kemungkinan sekali kendaraan saya “low bat.” – sekalipun usia aki cuma setahun lebih sedikit dan selama ini selalu nampak greng kalau distarter.

Melihat saya kebingungan, seseorang mendekati saya sambil bilang “tadi pagi saya lihat lampu mobil nyala terus” – maksudnya selama hampir sembilan jam sampai baterei sowak dan lampu mati.  Aha kebetulan disekitar komplek kantor ada penjual aki. Saya sebutkan jenis kendaraan. Setelah menggeliat sambil mengangkat bahu kanan keatas lalu merendahkan bahu kiri dan menariknya sampai tubuh tambun mirip sebuah gondewa (tambun) pemilik toko berucap disela menguap  “hepala haki beshaar, hami hagak sehok..” – maksudnya kepala aki bapak besar “punya” – kami tidak memiliki stok aki serupa.

Lalu saya tawarkan cara lain “bagaimana kalau di setrom saja..” – sebuah tawaran “penglaris” tentunya untuk bapak juru kantuk tersebut. Kali ini tanpa menguap kang aki menjawab “bawa saja mobilnya nimarih…” – jelas beliau sedang bingung antara orang bermasalah dengan aki sowak, dengan orang hendak menukar aki serep yang sowak.

Saya pinjam ilmu Arthalita yang saat ini dipenjara, secara jarak jauh, mudah-mudahan aku ketularan sawab (kemampuan) lobinya. “Bagaimana pak kalau bapak yang bawa aki saya untuk distroom ditempat bapak? ” – kita bicara posisi lurus limapuluh meter lebih sedikit.

Kagak ada orang yang disuruh ambil aki…,” – maka saya paham betul bahwa Ibu Arthalita tidak berkenan membagikan ilmu lobi membuat tidak mungkin menjadi mungkin.

Lima puluh meter saya balik ke kendaraan sambil bingung. Rupanya dari kejauhan ibu Arthalita menurunkan ilmunya melalui seorang pengemudi ForkLift yang dengan sebat mencabut akinya dan melalui sebuah “jemper” atau “batterei jumper”- mirip sepasang Naga merah dan hitam yang ekornyapun kepala. Bedanya dengan binatang mistis yang warnanya merah ternyata ompong salah satu giginya sehingga harus digenggam kuat agar tetap mencengkeram kepala aki saya. Hanya dalam hitungan detik mobil langsung menggeram diikuti alarm bertalu-talu.  Beres sudah.

Ternyata pengalaman saya di amini oleh mas Cecep teman kantor saya, “kelupaan matiin lampu..

Sejak itu saya ikutan arus lalu lintas ibukota yakni menyalakan “hazzard” – manakala situasi lalu lintas dirasa kurang kondusif, dan beli “jemper” siapa tahu perlu bantuan atau memberikan bantuan pengemudi lain yang mengalami naas seperti saya.

LEASON LEARNED –Pelajaran yang saya petik dari sini adalah berpuluh tahun mengemudi, berkali-kali melihat orang melakukan CPR pada baterei yang koma, ternyata tak terpikirkan untuk belajar bagaimana “ngejemper” baterei yang koma. Tentunya diusahakan agar voltase batere sehat dengan yang koma memiliki level sama. Misalnya 12volt dengan 12 volt (6 lubang) atau 6volt dengan 6 volt(3lubang pengisian air aki). Sekalian mengecek lubang air, apa salahnya melihat ketinggian air dalam aki sebab bisa jadi aki mogok lantaran airnya kering. Kalau sudah begini, isi terlebih dahulu aki sebelum melakukan tindakan lebih lanjut. Dan jaga agar tidak muncrat kemata atau mengenai kulit.

Lalu  mulai sambung baterei positif(+) dengan positif (+) – ini mudah, pertama baterei positif biasanya kepalanya lebih mbendul atau ada tatahan plus.

Sekarang sambung baterei negatif aki sehat, namun ujung satu yang negatif (masa kata orang-orang) tidak ditempelkan ke kepala aki negatif yang sowak. Justru ditempelkan kepada body/mesin mobil yang gawat darurat. Jalankan mesin mobil penolong sampai beberapa lama dan start mesin yang mogok. Kalaui pertolongan berhasil, maka kabel dilepas dengan urutan BERBALIK – maksudnya kabel negatif dilepas, lalu kabel positif.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s