Posted in gaya hidup

Pangeran Naga berbulu Merak


Bagus, paling kanan berkaus kutang. Daya matematisnya luar biasa tetapi kalau soal hapalan mendekati "idiot"
Bagus, paling kanan berkaus kutang. Daya matematisnya luar biasa tetapi kalau soal hapalan payah abiz

Hampir bisa dipastikan manakala saya kedatangan keponakan pertama-tama yang saya tanyakan kepada ibunya adalah “apa cerita lucu keponakanku..” – ini bukan tanpa sebab. Pasalnya orang-orang sebelum saya (paman, pakde bahkan orang tua) – cenderung menanyakan kabar keluarga dengan cara seringkali keadaan dengan cara kurang seksama dan bijaksana seperti “masih nakal ya anakmu” – Dan tanpa disadari beberapa anak lantas “luka batin” dan menarik diri dari pergaulan.  Salah satu adalah Asraf, yang kebingungan ketika mengisi pertanyaan sederhana “Kalau di Mesjid, apa yang harus dilakukan? (a) mengerjakan salat (b) tertib dan tidak berisik dan seterusnya. Rupanya setahun di Indonesia, Asraf masih belum fasih juga sehingga dia memilih jawaban yang paling spektakuler yaitu (c) – Dan ini menyebabkan ibundanya dipanggil oleh gurunya. Pasalnya jawaban (c) adalah “MEMBUAT ONAR DI DALAM MASJID” – Asraf tidak jelas apa makna onar sehingga panggilan nuraninya memilih jawaban yang aneh.

Keponakan yang lain namanya BAGUS sekalipun satu kendaraan dengan bapak dan ibunya, dia selalu saja maunya duduk disamping pak kusir (saya). Sia-sia aku peringatkan bahwa peraturan keselamatan perjalanan mengharuskan siapa saja dalam kendaraan untuk duduk manis-manis dan menggunakan sabuk keselamatan. Apalagi bapak dan ibunya yang gelar sarjana berteret-teretpun seperti mengamini panjang perilaku anaknya yang kurang safety awareness. 

Bagus sekali waktu matanya melihat Odometer, lalu tangan kecil anak kelas dua ini minta agar meteran (trip mode)  mobil di nolkan.  Sampai ditempat tujuan (Sate Kambing Tanpa Lemak Jalan Hankam) yang tidak begitu jauh dari ruamh kami ia melirik bahwa angka menunjukkan 4,7 kilometer.

Zonder ditanya ia langsung bergumam “Pakde jadi kalau kita pulang nanti, angka di meteran menunjukkan 9,4 ya?” – ini hasil pemikiran anak kelas 2 SD. (Sekarang kelas 3)

Saya malahan menggodanya :”kenapa nggak 200 ribu, biar banyak?, apa alasanmu mengatakan bahwa sampai rumah angkanya segitu..? ” – maka bocah yang kalau makan sulit luar biasa ini memilih diam. “Otak matematisnya bekerja, namun otak presentasinya masih sekelas anak seusianya..

Kakaknya murid kelas empat, sekali tempo ditanya oleh ibunya “Ada lampu merah menyala lima menit sekali, lampu merah yang lain 7 menit sekali, dan lampu merah berikutnya 10 menit sekali.” – ketika melihat kakaknya “blenk” mayti langkah, tanpa ditanya, dan hanya memerlukan diam sejenak maka pekerjaan rumah kakaknya sudah digarap oleh anak bershio Naga ini “Tujuh Puluh Menit.” – tetapi sekali lagi jangan tanya bagaimana dia mendapatkan logika matematika tersebut. Dia sulit sekali menjelaskannya.

Pernah ibunya curiga melihat sang kakak dapat ponten bagus dalam mengerjakan pengetahuan membaca Jam. Ternyata diam-diam ia minta tolong adiknya.

Sehari-hari ia pendiam. Lebih banyak berinteraksi dengan game-game komputer sebab dari permainan itu otaknya terasah mencari  “problem solving.” – Saya meledeknya sebagai “Persahabatan dengan Bagus bukan sebuah Kepompong.” – Tetapi herannya kalau bahasa Inggris dia nyerocos lancar. Alasannya belajar dari Game Komputer.

Sekali tempo ia dihadapkan asesmen yang paling dibencinya “bercerita di depan kelas..” – hanya karena diledek akhirnya muncul keberanian Bagus. Belum disuruh guru ia sudah angkat tangan, “bu guru aku mau bercerita..”

Keruan saja seisi kelas merasa mendapat surprise. Apalagi dengan tenang Bagus maju dan membuka narasi “teman-teman, saya punya cerita mengenai Burung Merak. Mudah-mudahan teman-teman suka mendengarkan cerita ini..”

“Makan apa Bagus tadi pagi mendadak lincah berbicara,” pikir Angga seorang sohib Bagus. Belakangan Angga menceritakan apa yang terjadi kepada kami.

Namun ditunggu punya ditunggu, lanjutan cerita tidak pernah muncul. Sampai ia disuruh duduk kembali oleh gurunya. Alasannya “ngeblenk” – alias “lupa mau bicara apa..”

Belakangan ini Bagus kembali disiksa mata pelajaran hapalan. Dia hanya menghapal Nama Suku, lalu lagu daerahnya. Ternyata sekali lagi dia “ngeblenk” – menghapal Suku Sunda lagu daerahnya Bubui Bulan.

Sehingga saya kadang mengganggunya dengan mengatakan Suku Jawa lagu daerahnya Suku-Suku Batak, Batake ela alo.

Sekali waktu ada semacam pelajaran Budi Pekerti (Jadul) – dia ditanya oleh ibunya, “Kalau ada temanmu yang tertimpa kesusahan atau sakit, apa perasaanmu?” – enteng Dito alias Bagus menjawab “biasa-biasa saja..” – terang saja jawaban tanpa expressi membuat mamanya jejingkrakan mencubit lengan kecilnya. 

Rupanya dia menangkap isyarat marah dari mata mamanya yang memang tajam. Pertanyaan berikutnya “Kalau ada orang berbuat kejahatan, apa tindakanmu?” – sekarang Bagus menjadi lebih tahu diri, dengan ragu-ragu dia menjawab sambil memandang wajah ibunya “dinasehati baik-baik ma!.” – Langsung jawaban ini dislantap mamanya “kebagusan amat, orang jahat dinasehatin, emang eluh siapa?.”

Anak yang lebih akrab dengan Game komputer dan Matematika memang cenderung menyendiri dan egois.

Untung pertanyaan ini tidak berlanjut sebab ada tamu ingin bertemu mamanya.

Jeda ini tak disia-siakan oleh bagus sambil menggaruk kepala dia bilang “lumayan deh bebas sebentar dari soal mama, dari tadi kok jawabanku salah melulu..”

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s