Posted in Uncategorized

Tawuran (anak) Kita Tawuran


Tole nampak terdesak, keringat bercucuran dari seragam sekolahnya. Ini uji kejantanan, pertarungan yang menentukan, apakah mental, kemampuan berkelahi jalanan bisa diaplikasikan disini.

Cuma sialnya teman-teman terutama kakak kelasnya yang semula galak, garang akan menghabisi lawannya sesama pelajar SLTP ternyata ngacir melihat lawan dalam jumlah besar dari seberang Banjir Kanal Grogol mencegat mereka sepulangnya dari sekolah.

Pengguna jalan menyingkir, takut salah sasaran. Sebagian malahan antusias melihat para gladiator bertarung tanpa satu tujuan berarti.

Karena tubuhnya kecil, larinya lelet maka dalam sebentar saja ia sudah dikepung – ada crackeling, sabuk berantai berputar-putar menderu suaranya. Dan makin guguplah ia ketika seorang lawan menghunus benda tajam dan siap dibenamkan ketubuhnya. Dalam keadaan terpojok ia hanya melihat batu-batu yang sedianya untuk proyek BusWay.

Entah dapat tenaga dari mana tangannya sudah tergenggam batu dan kedua seteru saling mengancam. Tapi lawan merasa diatas angin. Pertama jumlahnya besar, kedua bendo dilawan batu, kalah tajam.

Si pembawa parang menjadi jumawa langsung menyabet, entah gertakan entah serius, hanya kali ini batu lemparan Tole lebih cepat melaju mengenai kepala sang penyerang. Ada darah muncrat, maklum bagian kepala yang banyak urat darah.

Pertarungan berubah angin. Tole kecil seperti si PackMan mengalahkan beberapa De La Hoya.

Lawan yang semula berteriak-teriak seperti hyena haus darah, sekarang malahan bersimbah darah dan menyerah. Lalu pecundang dibawa ke rumah sakit terdekat (tidak penting nama RSnya).

Namun seperti tidak tertulis, anak tawuran biasanya dianggap sok jagoan, sehingga saat mereka mengerang kesakitan, para perawat seringkali malahan seperti “memberikan pelajaran” terhadap pelaku – dalam hati,  menurut pengakuan beberapa perawat, tetapi yang jelas – korban yang kepalanya bocor membutuhkan penjamin yang berduit tebal sementara sang teman, sudah ngacir entah kemana.

Akhirnya tunggu punya tunggu datangnya penjamin yang tak kunjung tiba, terpaksa satu generasi bangsa meregang nyawa, kehabisan darah.

Tole, ditahan polisi. Kami baru tahu setelah mas Kasidi – ayahnya yang sehari-hari bekerja sebagai tukang batu kami, minta bantuan misalnya pengacara LSM yang bisa bantu anaknya. Saya tidak tega menanyakan berapa lembaran sudirman harus ia keluarkan demi anaknya bisa makan lumayan, bisa dapat tempat nyaman. Kita bicara anak SMP.

Repotnya lagi Tole pun masih terbayang-bayang bahwa pahlawan itu tutup mulut jika diinterogasi. Dengan lagak lagunya, jawabannya selalu memberatkannya.

Minggu kemarin Tole menurut sang ayah dipindahkan ke Rutan Pondok Bambu – bukan untuk menemani selebriti yang kena perkara kekerasan. Sementara kapan jadwal sidang, pasti mulur-mulur.

Cerita tawuran sepertinya sudah tidak menimbulkan krentek-sesuatu berarti  dalam sukma kita. Namun setidaknya – satu nyawa melayang sia-sia, dan satu tubuh harus meringkuk di penjara.

Kapan anak-anak kita akan belajar.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

2 thoughts on “Tawuran (anak) Kita Tawuran

  1. butuh lebih dari sekedar doa om, niat tulus dari orang tua n guru d sekolah belum cukup kuat bila d hadapkan dgn sinetron kosong ta’ berbobot yang d konsumsi tiap hari..

    smoga yang punya acara sadar, dampakny langsung sekali

    Like

  2. Saya masih ingat masa kecil selalu dijejali kalimat, bahwa kita ini orang timur, moral dan sopan santun lebih tinggi dari orang barat, ramah, penolong, lha kok kenyataannya berbeda ya.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s