Posted in wisata

Toko Buah Pasirmukti


Bermacam buah hasil kebun kawasan Pasirmukti dijual dengan harga berimbang dan kualitas terjaga
Bermacam buah hasil kebun kawasan Pasirmukti dijual dengan harga berimbang dan kualitas terjaga

SMS masuk ke istri saya saat kami menginap di Kawasan Wisata PasirMukti – “mami jangan lupa oleh-olehnya, duku yang dijual di kawasan, lima kilo saja, tapi bukan yang dijual dipinggir jalan.” – Karena paling senior, maka istri saya selalu dipanggil mami oleh teman-teman senamnya. Selesai checkput (jam 12:00), kami bergegas menuju toko buah memenuhi pesanan rekanita tadi.  Duku terpaksa diborong semua berhubung persediaannya sedikit.

Tetapi masih banyak rambutan binjai, manggis, salak, jambu batu, buah sirsak dan tak lupa sirop kebanggaan Pasirmukti yaitu “Lemon Chui” yang rasanya memang khas. Anda juga bisa membeli tanaman buah disini, atau anggrek sekalipun.

Saat para keluarga “blanja blanji” (momen yang saya tidak gemari), maka kawasan saya edari, sampai seseorang berwajah ramah mendekati saya dan terlibatkan percakapan dengan pak Cecep yang sejatinya manajer (care taker), kawasan ini sehubungan dengan pemiliknya yang orang Minahasa, sedang ke luar negeri.

Pak Cecep yang ikut membesarkan kawasan ini bercerita bahwa tanah ini semula memang diperuntukkan bagi tanaman cengkeh. Namun saat harganya jatuh apalagi dicampur tangan anak penguasa yang malahan bikin kacau, mereka langsung ganti perseneling dan pasang sein berbelok ke kawasan Wisata Agro. Yang diluar dugaan, ternyata paling tidak setengah ton Lemon Chui (Jeruk Bangka), dikirim ke kota setiap dua harinya. Inilah produksi andalah PasirMukti.

Berwisata sambil mendidik - tegas pak Cecep
Berwisata sambil mendidik - tegas pak Cecep

Sekalipun dari logat dan wajahnya saya tahu darimana pak Cecep berasal,  namun saya meyakinkan bahwa beliau orang “sinih-sinih jugak” – ah ketahuan rupanya sebelum bergabung dengan KWP, pak Cecep pernah berkerja di Mekar Sari. Lalu layaknya penyedia jasa, pak Cecep tanya bagaimana pendapat saya tentang malam acara pergantian Tahun Baru 2008 ke 2009 semalam.

Belum-belum pak Cecep minta maaf bahwa acara yang saya bilang meriah menurutnya sudha menurun berhubung penyelengara tidak menaikkan tarif sewa kamar.

Rasanya kalau tarif sewa kamar dinaikkan, tingkat hunian bakalan melorot. Krisis moneter global – sedang kita alami sehingga cerdik juga penyelenggara tidak ikut-ikutan ke meroketkan sewa kamar.

Kami menempati pondok Jamlang, sebuah rumah kayu panggung ala Minahasa. Saat malam hari, suara angin berdesir menggetarkan batang pohon aren bisa kami lihat namun celakanya sekalipun sudah duduk di beranda, angin tersebut cuma  “kulo nuwun” – sehingga anggota keluarga yang masih berfikiran bahwa tamasya adalah “cuma pindah kenyamanan tidur” pada bekah-bekuh merasakan panasnya cuaca. Keponakan saya malahan bilang “masih dinginan di Pondok Gede – tempat pakde Mimbar..

Posisi pondok lebih tinggi dari pokok aren namun angin segar tidak berhembus ke arah kami
Posisi pondok lebih tinggi dari pokok aren namun angin segar tidak berhembus ke arah kami

Mungkin saja saat pondok dibangun, para ahli tidak memikirkan getaran “Feng Shui” atau tidak menggunakan jasa pakar Feng Shui.

Dugaan ini saya ambil dari cara Oma Betsy berbicara yang mirip pengkotbah di TV. Yang biasanya “ngeplek” meniru habis cara orang nun jauh disana berfikir, kadang lebih extrim lagi.

Kalau saja ahli Fengsui dipakai – setidaknya para Geomancher akan mencari aliran udara segar agar bisa masuk ke rumah dan keluar bersama hawa panas.

Tapi sekali lagi ini cuma urun rembuk asal-asalan saya.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s