Posted in Uncategorized

Membeli kopi Starbucks adalah membeli suasana


Sekali tempo saya didampingi seorang rekan, sebut saja EKO menyerahkan dokumen lelang di salah satu kawasan Senayan Jakarta. Karena jalanan relatif tidak macet, kami tiba satu jam lebih awal.  Sambil menunggu loket penyerahan dokumen dibuka – Eko saya ajak minum Kapucino. Ternyata peristiwa tersebut membekas dalam hatinya sehingga ia selalu ingat lokasi gerai kopi.

“Tapi kok mahal banget ya pak!,” kira-kira begitu pertanyaan Eko.

Sebuah pertanyaan yang sama ketika starbuck berniat menjual kopi yang lima sampai enam kali lebih mahal dengan rasa “kopi biasa” – justru itulah yang menarik.

Beberapa hari lalu 17/1/09 saya mengajak anakku Satrio duduk sebentar mencobai Capucino buatan Starbucki di mal Citra Land. Begitu tahu harga secangkir kopi,  komentar anakku sama dengan komentar Eko. “Weleh mahal” – lalu saya berbisik, kalau mamamu diajak minum disini, pertama dia akan menolak dengan alasan sama. Kedua dia akan berkomentar “rasanya dengan kopi three in one kemasan tidak ada bedanya..”

Warung kopi selalu dikonotasikan sebagai hal-hal yang tidak “penting banget” – buktinya saat isue YK di gadang-gadang agar tetap menjadi wakil presiden RI bersama SBY, kendaraan pak YK langsung membantah dengan ucapan “obrolan warung kopi..”

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s