Posted in blog, blogger

Pemilik blog gratisan wordpress.com ternyata tidak pernah ke luar negeri


Minggu, 18-01-2009 RSS Feed

Bahasa Indonesia Ketiga Terbesar di pakai BLogger

Minggu, 18-01-2009 06:08:52 oleh: Mimbar Saputro

Buka-buka media online mata saya terpaku pada berita di Tempo Interaktip yang mengatakan bahwa Sabtu 17/1/2009 di Erasmus Huis, Jakarta beru saja berlangsunga cara WordCamp 2009 yang dihadiri oleh dedengkot WordPress.com yaitu Matt Mullenweg.

Dalam pembicaraannya Matt mengatakan bahwa mereka sudah mulai “tune in” WordPress.TV yaitu semacam pesaing YOUTUBE.Dan bisa diupdate menggunakan layanan berbasis blackberry.

Persaingan membawa inovasi, seru harian tersebut.

Yang menarik Matt Mullenweg pemilik blog tersebut katanya tidak pernah keluar negeri, kecuali ada acara wordcamp.

Indonesia merupakan pemakai Blog kedua terbesar di Dunia setelah orang Inggris. Lalu bahasa Indonesia yang dipakai disini juga menduduki posisi ketiga terbesar setelah Bahasa Inggris dan Spanyol.

Yang hebat, Matt tidak mengijinkan blog TVnya dipakai untuk cari duit. “Bukan disini tempatnya..” – mungkin Matt sadar, banyak milis menjadi almarhum kalau sudah disusupi anasir iklan-iklan gencar macam “maukah anda menjadi pebisnis dunia dengan cuma ongkang-ongkang kaki?.” seperti terpampang di sebuah ruas jalan Tol Jago Rawi.

Ayam ditunggu didepan rumah ditungguin saban detik saja bisa digondol maling. Biasanya peminat diskusi yang serius langsung menganggap milis sebagai tempat sampah dan seperti sarang tawon ditinggal ratu lebah, ruang diskusi bakalan sepi.

WordPress sampai saat ini merupakan wadah saya kedua mendongeng sehari-hari. Kenalnyapun gara-gara diberitahu oleh rekanita Wartawati Ukir yang mengajak saya menjenguk isi blognya.

Sejak itu saya memindahkan blog pertama saya yang lama ke blog ini. Apalagi beberapa saat sebelumnya blog saya yang lama katanya sempat di “emohi” oleh pemerintah kita.

Blok pertama saya kenal gara-gara lagi-lagi “Tempo” memberitakan seorang pemuda Irak menulis laporan bagaimana saat tentara Sekutu dikomandani Amerika menghujani kotanya dengan peluru dan bom mematikan dari udara.

Dia hanya mengatakan bahwa tidak tahu sampai kapan dia akan bertahan di rumahnya. Lalu mendadak blognya tidak pernah diperbaharui lagi sehingga spekulasi beredar bahwa kali ini rumah dan komputernya luluh lantak dihantam bom.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s