Posted in filem, sinetron

Iklan Henpon atawa si (Netron) must bloon – Betwen hate and love


Mau pinter dengan cara kilat. Tidak perlu ikutan ala vampir yang menurunkan kepandaian dengan cara menancapkan taring di nadi “calon pengikutnya.” – tapi boleh dicoba dengan pasangan anda berteriak “Gratis” – tengok saja iklan imunisasi. Dari suami yang bloon habis, mendadak jadi sepinter pak Dokter gara-gara istri mengatakan gratis.

Contoh lain, “lihat arah jarum jam,”. Kata suara di ujung henfon. Lalu sang cewek cantik menjawab “jam ku digital, mana ada jarumnya..” – kalau mau jahil sedikit, cewek dengan pakaian anggun seperti begitu biasanya pakai jam non sportif. Jadi agak janggal kalau dia mengenakan jam sport yang umumnya digital.

Lalu suara lelaki bilang “lihat didepanmu” kebetulan saat cewek cantik sexy celingukan dia melihat  ada jarum lift menunjukkan ke atas, dan bertepatan seperti jam 12:00 maka sang cewek masuk lift dan seperti diduga, ruang kosong gelap yang ditemuinya.

Lantas iklan lain macam “Ini Agus..” kata sang tokoh sambil mendangak sebentar lalu matanya melirik penuh kebanggaan kepada temannya yang melompong karena bisa tilpun ke Cina, Hongkong, Malaysia bahkan ke Gedung Putih.

Kita masih belum membicarakan penyedia lain yang secara explisit mengatakan hanya monyet yang kalau tilpun tidak perlu pikir-pikir.

Atau ada sinetron rating tinggi selalu menampilkan bahwa tokoh baik itu selalu kelewat lugu, kelewat bodo. Misalnya pengusaha biro advertising yang berjaya, sementara dalam filem tersebut ia tidak pernah memperlihatkan bahwa ia mengepalai biro yang perlu tenaga muda, ulet, cekatan dan penuh kreativitas.

Cuma yang jadi pemikiran, kapan kita akan disuguhi kreativitas, menghibur, lucu tetapi jangan dengan azas praduga “henfon must bloon..” -Iklan henpon harus menampilkan tokoh bodoh sekali dibalik wajah dan penampilan yang tampan maupun cantik.

Tetapi eit jangan bilang saya anti Sinetron lho. Jujur doble ganda.

Pasalnya pasangan saya seharian nonton Fitri, Mertua, tetangga – yang alasan mereka menghibur secara gratis kok dibikin ribet. Saya kadang duduk disampingnya sambil menghadapi laptop berpura-pura tidak tertarik dengan acara Netron. Celakanya sekalipun membelakangi entoh telinga selalu mendengar desah si Fitri yang menyebalkan karena olah vokal yang buruk untuk seorang pemain sinetron, namun mengemazzzkanz seperti saat menyebut farellz, mezzzka apalagi Faizzz tokoh yang tiba-tiba muncul. Hampir setiap kata-kata dia seperti mendeziz deziz.

Nampaknya penulis Fitri sudah memasuki ranah “detective” – dengan tokoh sentral Fiztriz dan Mezzkazz – harus mengumbar z.  Hampir tiap episode kita diminta menduga-duga,  strategi apa yang dikeluarkan Meiszka sendirian melawan Fitri dan Omanya. Sekarang aku terlanjur cinta. Tak heran Pak Habibi begitu menggandrungi cerita ini.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s