Posted in imlek

Melihat Suhu Tan di TV One


Sincia-sincia begini apa salahnya keluar rumah. Kebetulan sedang berada di Grogol lokasi yang dekat dengan tanah tumpah darah segala kegiatan berbau etnis Tionghoa.

Menyusuri jalan Gajah Mada maksud hati menuju Petak Sembilan. Namun setelah mencoba menembus jalan tikus macam jalan Toko Tiga, Tanah Sareal,  pendeknya kawasan Pecinan kami sadari bahwa usaha ini akan sia-sia lantaran kawasan padat rumah dengan mobil parkir disana sini. Kami tahu bahwa pesta Imlek baru usai sehari sebelumnya. Namun lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Akhirnya memang betul, tidak ada pemandangan yang kami lihat kecuali kesibukan terutama warga keturunan saling bersanjo (palembang – berkunjung) antar kerabat.

Daripada bingung, kami masuk ke bakmi GM yang hari itu tetap berjualan. Menurut kabar yang kami dengan, barang siapa berjualan di hari Sincia, dia harus berdagang lima hari berikutnya. GM lantas memberikan hadiah “angpao GM.” Sebuah kalender meja menjadi milik kami.

Lepas makan bakmi. Kamipun beranjak pulang menembus jalan Tambora muncul di Duri.

Sesampai di Grogol  baru saja pantat ditaruh dikursi adik Ipar berteriak histeris “Suhu Tan di TV one” – saya langsung menghambur ke ruang TV sambil mencatat siapa tahu ada nomor yang bisa dipakai untuk menghubungi Suhu. Nama Suhu Tan seperti tidak asing bagi keluarga kami, pertama sesama warga Wikimu, kedua beliau pernah meringankan langkah mendatangi pernikahan anak saya Lia setahun lalu.

Sayang, sampai  akhir acara tidak diadakan tanya jawab. Kesimpulannya, tahun Kerbau API sebaiknya kita bermain di saham tidak keras. Jangan spekulatif.

Sementara Kerbau Api akan menghasilkan mineral. Perlambang dunia pertambangan termasuk minyak akan cerah memasuki bulan April.

Siapa Suhu Tan ini? – sejatinya pengurus agama Budha ini bernama Budiono. Namun saat diminta oleh pengurus jurnalisme warga untuk mengisi kolom Wikimu, seorang teman, Guswai, mengusulkan “pakai saja nama Suhu Tan, biar lebih meyakinkan..” – dan nama penggemar cerita silat Gak ini kemudian berkibar. Sekarang Suhu Tan mengisi acara fengshui pada harian Kontan setiap hari Jumat. Disamping kesibukannya sehari-hari mengurus umat dan mengawal pelancong ke China.

Yang paling menyenangkan dari semua prediksi Suhu adalah dunia pertambangan bakal membaik. Yihuui.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s