Posted in majalah

Loper Koran Yang Kutunggu-Kutunggu – telat lima hari


Bukan ikutan krisis moneter Global ala Amerika yang lagi terpaksa merumahkan ribuan pegawainya. Sepertinya cukup sudah masa janji yang diberikan pak loper koran. Akhirnya vonis jatuh.

Hari Kamis ini terpaksa bibi di rumah menguatkan hati dan ditega-tegain berkata kepada pengantar majalah kami “ini adalah majalah terakhir, minggu depan kami menyetop berlangganan..”

Bisa dibayangkan betapa kecutnya wajah anak muda bersepeda itu manakala mendengar kabar tak menggembirakan lebih dahsyat ketimbang api Plumpang yang datang menjelang tahun Kerbau Api.

Pasalnya sudah hampir dua tahun dia menjadi pengantar koran dan majalah saya tidak melihat peningkatan mutu pelayanannya.

Pertama koran dan majalah bisa datang tepat waktu. Namun sejalan dengan waktu, pelayannya semangkin mengendor.

Sebut saja majalah Tempo yang terbit setiap hari Senin.

Tetapi khusus Senin 26 Januari 2009. adalah Tahun Baru Imlek 2560, tak heran sehari sebelumnya Minggu 25/1/2009 di jalanan orang sudah dengan mudah mendapatkan majalah kesayangan ini. Namun tunggu punya tunggu “Bujang” – sebut saja demikian baru mengantarkan lima hari kemudian.

Disabar-sabarkan lama-lama saya muntab ketika dia menjawab bahwa “Majalah Tempo belum terbit sejak Sincia.”

Padahal kalau urusan pembayaran – tagihannya tidak pernah telat sedetikpun.

Saya masih bisa toleran ketika dia beralasan ketiduran di surau. Kalau ditegur, bisa-bisa fatwa yang datang. Di lain hari dia bilang keterusan main PS, atau kemalaman nonton Sepak Bola di TV. 

Rupanya dia menganggap pelanggan adalah bapak ibunya.

Orang berlangganan koran karena ingin dibaca beberapa menit sebelum ke kantor misalnya. Tapi saya hanya kebagian setelah pulang kantor. Sekarang melorot membaca majalah basi lantaran datang lima hari kemudian. Hopo tumon.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s