Posted in busway

Harga Sama, pilih duduk atau berdiri


Mau duduk atau berdiri?” – duduk 3500 dan tunggu dipojok sana. Kalau mau berdiri, harap antri disini. Tapi kalau anda antri sebelum jam tujuh pagi, harga karcis berdiri maupun duduk cuma dua ribu rupiah.

Kok beli tiket disuruh berdiri, ada yang aneh disini. Lagian dimana sih di pojok dunia ini orang beli tiket entah kereta api entah bis untuk berdiri. Semua jelas kepingin duduk, lagi.

Tetapi kenyataannya di markas besar para satwa di Ragunan, tawaran mirip aneh ini akan anda temui.

Sudah sebulan ini (jujur kurang sedikit), saya memilih parkir di Ragunan, lantas duduk manis-manis di busway koridor enam. Di halte Setiabudi, saya turun, langsung ikutan rapat pagi di kantor pelanggan, satu atau setengah jam kemudian saat rapat selesai, saya sudah berada di busway menuju Ragunan. Begitu cepat, paling 30 menit sudah sampai tujuan. Setir sendiri, pinggang linu, membutuhkan waktu satu sampai satu setengah jam.

Sudah sebulan ini saya memanfaatkan buah karya pak Sutiyoso.

Semula ragu-ragu. Lantaranb baca di blog, internet, koran, selalu ada keluhan di masyarakat yang katanya banyak copetnya, busnya rusak dan banyak lagi. Tetapi pengalaman saya tidak demikian. Soal jalan bis berbahan bakar gas kadang pontang panting lantaran jalanan kita selain berliku dan sempit, atau jalur busway terkadang di serobot motor. Tidak terlalu mengganggu saya.

Andai saja, busway ini bisa menyeluruh disegala penjuru negeri Jakarta. Kayaknya saya rela, ikhlas dan happy – untuk memarkirkan kendaraan pribadi dan jadi komuter. Singkat, murah dan boyoke- tulang bagian lumbar – tidak harus menderita pegel linu. Dan ini kesadaran, bukan karena menjelang pemilu (apa hubungannya)

Kalau mau download rute busway kita klik disini

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

One thought on “Harga Sama, pilih duduk atau berdiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s