Posted in Uncategorized

Makan Malam Bersama BCL mohon dibaca Bunga Citra Lestari


Makan Malam Bersama BCL – mohon baca Bunga Citra Lestari

Tapi eit nanti dulu, kadung dikira cari popularitas, saya tambahkan selain BCL ada Ashraf suaminya, ada adek bayinya, ada babby sitter, ada tukang parkir, ada mbak pelayan yang sibuk njepreti kedua pasangan yang dimana-mana berpelukan. Mungkin dalam benaknya inilah pasangan paling langgeng, paling bagus untuk panutan.

Akibatnya order kepiting bertelur saya sempat lupa ditulis.

Jleg.. kendaran masuk ke sebuah ruang parkir dikawasan bilangan Batakan? – diluar saya lihat seorang pemuda mancung mungkin melting point antara Arab+India dibumbui Melayu. Berkacamata minus dan mengenakan kaos merah ati ayam. Nampaknya dia sedang berada di istana awan yang dibentuk dari lubang hidung mbangirnya. Dia memang tampan.

Di pojok sana sosok perempuan berambut pendek yang sekalipun gerakannya tidak menarik perhatian, namun pengunjung resto kepiting saus malam itu selalu tertuju kepadanya. Malam itu dia mengenakan kaos hitam irit bahan terutama pada bagian bahunya.

Sahabat saya yang mempromosikan „jangan ke BPN kalau belum ke Kenari“ – langsung berbisik. Kok sejalan dengan „hasutan“ mbak Angkin teman kantor yang bilang „selamat ke Kenari ya..“

„Itu BCL dengan suaminya..“ kata Yusva rekan saya – Jarak kami sekitar 20 ubin jumbo berwarna abu-abu, kendati 20cm sayapun tidak akan mengenalinya kecuali gadis dengan pipi sedikit tabembeng „lebar-minahasa“ tetapi pandai berdandan.

„Saya kenal sama-sama kuliah di Grogol…“ cetus teman saya lagi.

Tapi Cah Kangkung, Udang Masak Asam Manis dan terutama Kepiting saus tiram penuh telur ukuran Jumbo (jangan-jangan telurnya sudah dicampur, karena begitu padat merayap dilidah.) membuat keringat bercucuran. Rasanya mendekati kalau menggado “makan tanpa nasi” kuning telur asin dari Brebes. Hanya telur yang ini lebih padat semekel.

Lalu ingat Santai Malam di bilangan Kelapa Gading, yang lucunya saya selalu ditraktir habis oleh seorang adik ipar perempuan. Entah sudah berapa kali sampai lupa sangking banyak kali. Apalagi kalau mereka mendengar Lia liburan dari Singapura ke Jakarta, rasanya semua masakan restoran ditawarkan.

Klethak capit yang gemuk saya pecahkan dengan tang anti karat. . Setelah cangkang disisihkan – daging montok putih perlahan menyembul keluar. Saya cocolkan sedikit ke sambal dalam cawan kecil yang berani jeruk.

Itulah saat terakhir bersama Kepiting Saos Asam Manis. Lantas saya sruput es teh tawar saya.

Lho kok es teh tawar yang saya pesan rasanya manis-manis jambu. Padahal sudah dibilang teh tidak manis yang dalam dialek Balikpapan berarti „teh tidak (terlalu) manis alias manis jambu..“

Jangan-jangan kalau saya bilang teh tawar tidak pakai gula, lalu tetap rasanya manis sebab sudah diganti gula jawa bukan gula pasir.

Sekalipun restoran ini kondang namun yang mengganggu adalah tempat cuci tangan yang terbuat bahan keramik putih mahal, dengan Kraan yang sudah pasti mahal ternyata pengunjung masih harus menyenduk air melalui baskom. Air keran ternyata sudah lama „dut“ – agak kurang sreg harus cuci tangan di kamar mandi.

Restauran Kepiting Saos Asam Manis
Jl. Marsma R. Iswahyudi
Balikpapan (0542) 764 018

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s