Posted in Uncategorized

Mau Jadi Sales yang menyihir


Ini bukan iklan menggiring anda ke satu impian bawah sadar manusia, yaitu uncang-uncang kaki, modal sedikit, tetapi uang mengalir seperti Waduk Bocor. Kata sakti yang kadang menjerumuskan adalah “biarkan uang bekerja untuk anda” – Kok nyimut emang uang dari Hongkong, kata embah saya dulu.

Tapi setidaknya saya sudah mengamati dua TKP. Dan memang para sales mampu menyihir calon korbannya bak Tukang Suling Ratbun memikat tikus dalam cerita Rakyat Jerman.

Pertama di Jakarta Barat, dan belakangan di Kawasan Pondok Gede.

Waktu sudah menunjukkan sekitar jam 19:00 di pasar Grogol Jakarta Barat- tetapi Engkoh penjual alat listrik masih buka lapak. Tidak banyak toko di pasar yang berani buka-niaga setelah jam tersebut. Cerdas juga dia. Orang akan cari lampu ataupun alat listrik kalau hari sudah gelap. Manakala masih siang manapula kepikiran.

Sementara didepan kami pelataran parkir pasar Grogol sedang ditimbun aspal panas. Semula saya mencari kabel extension yang gulungan. Dia menasihati “itu barang tidak bagus punya“- entah mengapa kaum pedagang kalangan ini selalu memberikan akkhiran “punya” untuk sebuah penekanan maksud kalimat.

Lalu saya dianjurkan beli kabel dan colokannya dipasang sendiri. 10m kabel extension saya pesan dan ia berbaik hati memasangkan sebuah colokan dan sebuah kombinasi.

Sambil mengobrol ngalor ngidul bertajuk “sepinya berdagang” tangannya cekatan meraut ujung kabel. Usaha pertama gagal, ada kabel yang lepas dari patriannya.

Pembicaraan kami terputus sebab mendadak “gedubrak” sebuah sepeda yang dikendarai wanita cukup umur, sekalipun tidak cukup cantik (apa perlu ini dibahas?) tanpa dikunci, tanpa standar, cukup ditempelkan salah satu pilar pasar, dan perlahan bergerak mundur lalu “nggeloso” mirip kucing ditimpa terik pagi.

Perempuan separuh baya ini menghampiri kami sambil menunjuk sepeda bodolnya dan berpesan, “Koh, tolong titip sepedah yah – lagih cari(k) obat mata ke atas.”

Terang saya yang jadi Yak Ubeng alias garuk garuk dagu. Kecuali toko Listrik dan tenda makanan maka praktis semua lampu dipasar telah dipadamkan. Apalagi lantai pasar lantai atas yang dulu sempat menjadi bioskop sebelum bangkrut.

Tidak berapa lama ia kembali dengan muka ditekuk “sial sudah pindah lapaknya. Kagak bilang-bilang lagi. Padahal mata saya sudah mulai terang diobati buatan pabrik itu. Sekarang nggak ada obat, burem lagi deh..

Menaksir usianya sekitar setengah abad sekalipun cukup boros umur dari penampilannya, tidak perduli berapa liter jus wortel diminum sampai tenggorokan keseredan (tersedak) dia harus pakai kacamata baca. Namun salesman pasar lantai atas bisa meyakinkannya bahwa dengan obatnya, dia tidak butuh kacamata. Apalagi embel-embelnya “dari Jepang, kutunya saja bisa sembuhin sakit kuning..

Emang sembuh setelah pakai obat keluaran dia Enci,” tanya saya.

Ya kagak langsung tetapi ada perubahan, cuma musti rajin ditetesi tiap hari..Pulang ah, terimakasih ya.”

Setelah wanita tua bersepeda “mungkur” alias meninggalkan kami, giliran pak Listrik berbisik bahwa “pasti perempuan tadi kemari tanpa sepengetahuan suaminya, sebab kalau ketahuan bakalan ada KDKRT.

Kok sampai segitunya, pikir saya.

Maka berceritalah ia selancar aki 12volt baru dicharge, bahwa sedang musim orang jual obat dan alat kesehatan, sampai dibelain hutang, kempesin tabungan. Bahkan ada yang rumah tangganya menjadi neraka sebab pasangan mereka melarang menghamburkan uang. Yang tidak sabar pakai kata-kata karena nasehatnya tidak dituruti cenderung pakai “gocoh”-alias bogem. Entoh sembunyi-sembunyipun mereka berusaha lepas dari pengawasan pasangannya dan menuju penjual alat ajaib dari Jepang.

Saya tidak kagum pada alat kesehatan yang kalau memang benar, pasti rumah sakit didunia bakalan gulung tikar. Tetapi para salesman dan sales girl yang mampu meniup suling sehingga warga masyarakat yang semula cuma menonton kadang bisa menjadi pengekor mereka dan membeli barang yang ditawarkan tanpa pikir panjang apalagi logika.

Kok sebulan kemudian di kawasan Pondok Gede, jurus pemikat yang sama diterapkan kembali. Tak kurang mbah Yono, pensiunan Angkatan Udara yang sehari berkutat dengan kampung tengah – alias urusan sembako kini malahan berani cari pinjaman “lunak” kepada anak-anaknya “demi” kesehatan mereka yang satu persatu serabut kenikmatan sudah diambil dari tubuhnya.

Dulu berjalan kaki puluhan kilometer masih tampak gagah, kini naik tangga bis saja sudah ngos-ngosan. Uniknya kedua pasangan yang biasanya berbeda pendapat, kali ini seperti sepasang rel kereta api.

Kadang saat bertandang kerumah sambil mencoba “mengajak ke jalan kebenaran soal obat mujarab” – kami menolak halus sambil membeberkan fakta dan track record. Mengherankan ketika pendapatnya dibantah, matanya nyalang saban menit melihat ke arah jam. Ia gelisah, sebab ada jam tertentu mereka diminta berkumpul, bernyanyi, melepaskan stress.

Anda bisa belajar cara perusahaan “Katanya dari Jepang” ini memasarkan dagangannya. Pertama carilah orang pada usia lansia sebab umumnya mereka mulai digerogoti penyakit. Pasangan ini umumnya sudah ditinggalkan anak-anaknya, saat kesepian memeluk mereka, tawarkan acara “saresehan” usahakan satu atau dua penonton memberikan kesaksian kalau perlu datang dengan diusung tongkat pulang dengan membuang tongkat lantaran lumpuh sembuh total. Sebagai pemikat pakai pulut yang namanya hadiah kecil mulai dari baskom, kobokan, piring sampai payung.

Ekses anyirpun tercium, seorang lansia lantaran “merasa sembuh” dari diabetes dan jantungnya, mulai meninggalkan obat medik modern. Bisa diramal, penyakit kambuhan mendadak menyerang dan kini ia terbaring lumpuh akibat stroke.

Bukannya peristiwa ini dianggap sebagai pelajaran bahwa tidak ada diabetes yang sembuh total, apalagi disertai komplikasi lain, teman seperguruan pada berdatangan dan menggurui “ibu stroke sebab beli ikat pinggangnya cuma satu…

Tidak sedikit yang mahir berbicara kesehatan sekalipun bukan wewenangnya. Sayangnya terkesan membabi buta. Tetapi cara para sales menawarkan dagangannya memang ciamik sekali.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s