Posted in Uncategorized

Nama Menunjukkan Kartu Kredit


 Sebuah amplop tebal alamat yang dituju adalah istri saya dan nyata-nyata datang dari perusahaan Kartu Kredit bukan kelas ecek-ecek. Mau berapa kartu kredit ia miliki, batin saya dalam hati. Entah mengapa istri saya tergolong orang yang memiliki nama beraura “mudah mendapatkan Kartu Kredit tanpa diminta.”

Sementara saya, yang mencari uang, kecuali kartu kredit akibat kongkalikong dengan teman (dulu) – yang anggota milis ini, mungkin tidak pernah memiliki kartu kredit. Berbicara kartu kredit, selalu ingatan saya tak lupa wajah rekan Jerry yang menyelamatkan muka saya yang sok-sokan membayari client makan siang, uang di kantong ternyata kurang.

Saya sering ditelepon oleh perusahaan Kartu Kredit. Entah data apa yang diminta selalu berakhir dengan “saat ini permohonan kartu kredit anda belum bisa kami kabulkan, harap mengirimkan permohonan enam bulan lagi…” – Kalimat yang dipertanyakan, pertama mereka menelepon saya. Datang mewawancarai saya. Lalu berpaling dari saya.

Lalu para mudlogger yang baru direcruit bulan Maret 2009 lalu saya sarankan untuk memiliki kartu kredit. Dan ternyata banyak yang gagal mendapatkannya.

Naga-naganya pelepas kartu kredit memiliki semacam aturan tidak tertulis, yaitu melihat nama-nama calon pelanggannya. Mereka akan gampang luluh dengan nama yang berbau Eropa. Perkara nama-nama dengan nuansa “ngegrove” belakangan banyak yang ngemplang kabur ke luar negeri – kata mbak Nunung “nggak ngepek..” – sambil kepalanya ghodek-ghodek

Nama seperti Mimbar bukan target kartu kredit. Lima tahun sebagai pelanggan setia sebuah Bank berjudul Commonwealth, sekali waktu saya ditawari Kartu Kredit. Iseng pengin tahu cara mendapatkan kartu di Australia, saya mendatangi kantornya di bilangan ST GEORGE Terrace, Perth. Data diketik di layar monitor.

Dua bulan tidak ada berita saya mendatangi Bank Tersebut, alasannya data saya belum dikirim ke bagian kartu Kredit dan ia meminta saya mengisi formulir aplikasi kembali. Terang saja saya katakan TIDAK!

Teman saya kepala cabang sebuah Bank. Lantaran dia dan namanya kental akan ranah Rencong maka satu-satunya kartu kredit yang ia miliki berlimit 5juta rupiah. Sementara istrinya dengan tajuk nama “Lien” – menyimpan segepok kartu kredit kelas platinum.

Rumus empiris pernah saya konfirmasikan kepada sahabat yang memang berkecimpung dalam Kartu Kredit tidak mengelak akan kenyataan ini, namun tidak juga mengiyakan.

Apa nama anda – dan bagaimana Kartu Kredit anda.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s