Posted in sate

Sate KERONCONG


Gedung Pusat Grosir dipotret dari depan gang Lele
Gedung Pusat Grosir dipotret dari depan gang Lele

Sate Kambing Muda masih dibakar dengan arang dan kayu bakar agar aroma hidangan terpelihara. Dan dagingnya tetap empuk itulah ciri khas Sate Keroncong ala Jatinegara
warung-sederhana1
Di mulut Gang LELE - Jatinegara inilah, anda bisa menikmati Sate Kambing, Tongseng, Gule, Sate bahkan Nasi Goreng khas Sektor Tujuh (nama Jadulnya)
Makan Sate, Tongseng, dan Gule diiringi suara merdu penyanyi danpemain keroncong kualitas Grand Final
Makan Sate, Tongseng, dan Gule diiringi suara merdu penyanyi danpemain keroncong kualitas Grand Final
Kedai yang konon memulai debut pada 1960-an ini mengambil tempat di  di Gang Lele, Matraman Raya 224, Jatinegara demikian menurut pak Sukirman salah satu pegawainya.
Ssate masih dibakar dengan arang dan kayu bakar agar aroma hidangan terpelihara
Rasa sate, gule dan tongsengnya memang “theng” – namun hiburan live dari Keroncong dengan suara merdu pemainnya – membuat warung sate yang pernah memenangkan lomba memasak pakai Kecap  Bango menjadi sangat luar biasa.
Bukankah mengunyah sate kudu perlahan, sambil menikmati alunan keroncong tradisional sampai “Kucoba Bertahan” dari Pance.
Kebetulan sekali saya juga menyukai kecap ini sejak masih kecil, lima puluh tahun lalu.
Kalau mau ancar-ancarnya adalah setelah Hotel Alia Matraman, lalu Ada Pos Polisi Jatinegara – Bali Mester, dan sebuah gang kecil bernama gang Lele disitulah pemakan sate tumpah ruah sehingga tak heran sekalipun buka jam 10 pagi sampai jam 16:00, bila anda beruntung mungkin masih tersisa tongseng, namun gule sudah ludes.
Seperti yang terjadi pada hari Minggu kemarin 5 April 2009.
Disekeliling Jatinegara anda masih bisa belanja di Pusat Grosir Jatinegara dan juga pasar Mesteer.
Mau mencari blender bekas, arloji loakan,  service mesin jahit semua tumplek disini.
Mirip one stop shopping. Tapi kalau anda bingung, tanyakan saja Sate Keroncong.
Bujet menjelang Pemilu 9 April 2009
Sate 10 tusuk 28 ribu/Tongseng 24 ribu/Gule (sial bener kehabisan)/

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

One thought on “Sate KERONCONG

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s