Posted in Uncategorized

Sudah Demen apa masih Tumben


Merasa lama tinggal di Betawi saya masih belum nyadar bahwa dialog asal “melting point” pelbagai ras dan ethnik di Betawi ini begitu bervariasi. Apa komentar anda ketika sedang mengantri di apotik lantas seorang ibu mendekat sambil mengajak anda mengangkat topik “Udah Demen Apa Masiy Tumben

Setidaknya inilah yang dialami Shita (tanpa N), saat ditugaskan ibunya antri obat di sebuah apotik. Seorang ibu mendekatinya lalu terjadilah pembicaraan soal siapa dan mengapa sakit sampailah keluar pertanyaan yang membingungkan gadis lulusan Satra Jepang ini.

Padahal sang ibu hanya ingin berbasa basi apakah rasa meriang kerap datangnya (deman) atau sesekali (tumben). “Saya pikir sedang salah dengar..

Lantas kalau anda berjalan berdua dengan pacar anda melewati kuburan, mendadak ia bicara “Pengen Iseng nih ditempat ini,” maka jangan dianggap buru-buru menanggapi sebagai isyarat ajakan tarik selimut bersama. Boleh jadi partner anda sedang mengatakan “saya takut di tempat ini..”

Mpok Misnah kadang wanti-wanti kepada anak lelakinya  “Tong kalau keluar rumah jangan lupa bawa Setengka“. Kalau anda mulai menebak saya terusin kata-kata mpok yang kampiun mengerik (mengerok) pakai duit gobang ini. “Sering banyak polisi rajiah di bulakan sana, mending eluh bawa SIM ama Setengka..”

Gara-gara kata-kata tersebut jadi kepengen malu sayah.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.