Posted in Uncategorized

Warung Betawi Ibu Dahlia


Rumah Makan Hj Dahlia alias Pak Majid di depan Taman Mini
Lokasinya ke depan TMII

Secara letak Geografis, seharusnya lokasi belanja saya adalah Mall Pondok Gede karena lebih dekat. Tetapi aksesbilitasnya merepotkan, disekitarnya banyak pasar tumpah sehingga kami kadang memilih Mal Tamani (Taman Mini) yang jauh tetapi mudah dicapai.

Sekembalinya dari Tamani dalam perjalanan menuju Jatiwarna, maka ada satu restoran Betawi yang perlu dikunjungi yaitu Rumah Makan Dahlia. Pemiliknya kondang lantaran mereka pernah mendapat piala dalam perlombaan memasak. Sementara anak-anak Hajjah Dahlia, nampaknya pemain bola juga.

Pemenang lomba masakan Betawi sudahmenjanjikan bahwa masakan Ibu Dahlia eh Bang Abdul Majid ini cukup menjanjikan
Pemenang lomba masakan Betawi sudahmenjanjikan bahwa masakan Ibu Dahlia eh Bang Abdul Majid ini cukup menjanjikan

Sementara menunggu sup buntut dihidangkan, pemilik warung akan menggorengkan peyek udang yang kremes-kremes. Ini memang gorengan khusus mereka.

Sup buntutnya lunak sehingga dengan garpupun anda bisa melepas daging dari tulangnya.

Uniknya begitu anda masuk kedalam kedai ini, tulisannya adalah Rumah Makan Abdul  Majid. Mana yang betul.

Satu pondok dua pemilik. Satu Ibu Dahlia, satu H. Abdul Majid
Satu pondok dua pemilik. Satu Ibu Dahlia, satu H. Abdul Majid

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.