Posted in duren, durian

Kecewa dengan Durian AAA dan D-24


Seperti yang dijanjikan Lia putri saya agar bapaknya terbujuk menemaninya weekend di Singapore, maka begitu jleg kaki kami melangkah di Singapore, bergegas ia ke mall GIANT, dan membeli lima kotak Durian. Paling tidak ia mengeluarkan 75dollar untuk kesemuanya itu.i.,

Maafkan saya menjadi kakek penggerutu. Lantaran begitu “high expectancy” saya dengan durian kelas AAA dan D-24 yang diimpor dari Malaysia ke Singapore, maka betapa berahinya saya melihat ada duriannya manis, bijinya peyot keriput, dagingnya tebal. Mau apa lagi.

Tetapi ini bulan Mei 2009, saat hujan masih membasahi bumi. Biasanya buah durian tumbuh dalam suasana ini berkurang keampuhannya. Kalau anda tidak terlalu memanjakan lidah sih tak jadi mengapa. Duriannya kuning dan tetap lezat kok.

Durian ini sebetulnya seperti rasa kecewa sekaligus kebangsaan. Saudara kita dari Malaysia, tanpa banyak cingcong, dengan ide sederhana, membudidayakan durian, mampu menembus pasaran internasional. Begitu derasnya aliran durian menggelundung ke Singapore, tanpa isue pengawet, isue busuk. Semua seperti sudah menjadi produksi sebuah pabrik. Ada kualitas, maka ada harga yang harus dibayar.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.