Posted in Uncategorized

Pagar kapal yang tidak aman


pengaman yang tidak amanRombongan anak-anak yang berenang di pelabuhan sambil berteriak kepada penumpang agar melemparkan uang logam ribuan sudah satu persatu naik ke pelabuhan.

Remaja yang paling akhir malahan melambaikan tangan sambil mengucapkan selamat berpisah dan hati-hati di jalan. Mulutnya penuh dengan uang logam. Saya merasa mual sebab membayangkan menggigit uang logam sekian lama sambil berenang. Bukan perkerjaan gampang.

Lalu dengan enaknya ia berenang sekitar baling-baling kapal ayang berputar. Perlahan kapal mulai beringsut meninggalkan pelabuhan Merak.

Di dek Ferry yang membawa kami menyeberang dari pelabuhan Merak ke Bakauheni, saya sempat berkeliling melihat keadaan kapal. Maklum perjalanan selama dua jam bolehlah dimanfaatkan untuk berkeliling kapal sambil mencari barangkali ada teman lama atau mendapatkan teman mengobrol sepanjang perjalanan.

Pertama tentunya cari tahu dimana pelampung, sekoci dan alat lain seandainya sesuatu tak diinginkan terjadi.

Lalu melihat pagar pengaman kapal yang hanya berupa balutan tali kapal yang disampirkan secara sembrono, apakah cara ini aman? mengingat musim liburan banyak anak-anak menjadi penumpang kapal berlarian kesana kemari.

Tujuannya sih praktis, begitu ferry merapat, pagar besi tinggal di lipat, tali dimanfaatkan sebagai penambat kapal. Praktis sekalipun mengundang resiko.

Lalu apakah akan menunggu pintu ini memakan korban baru dipikirkan pagar pengaman yang patut.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.